Minggu, 30 Maret 2014

Mungkinkah?

seberapa bencikah kamu terhadapku?
mungkin aku telah memberimu luka
tapi apakah hanya kamu disana yang terluka?
pernahkah kamu memikirkan bagaimana aku?
kini aku hancur berkeping-keping
mungkin rasa bencimu ada karena kebodohanku
yang telah mempublikasikan hal yang tak seharusnya
tapi taukah kamu itu salah satu cara yang aku lakukan
untuk mengembalikan kamu disini
pernahkah kamu berfikir bagaimana aku?
apakah perjuanganku selama ini tak cukup?
bahkan terlalu sering aku menyebrangi selat sunda
hanya untuk bertemu kamu
dan aku menghadirkan sejuta alasan dan alibi kepada ibuku?
semua itu aku lakukan untuk kamu
menurutmu apakah semua yang aku lakukan telah seimbang?
ketika aku memutuskan pergi darimu
sesungguhnya aku hanya ingin tahu seberapa berharga aku?
tapi sepertinya aku tidak berharga sehingga dengan mudahnya kamu melepasku
ketika aku mengajak kembali, kamu selalu menjawab "aku gak tau"
bahkan aku gak tau harus gimana lagi
ketika aku memutuskan pergi untuk menunjukan bahwa aku sanggup
tapi kamu berkata "kamu kurang sabar"
ketika aku datang lagi kembali kamu berkata
"aku sudah nyaman dengan posisiku sekarang"
lalu ketika aku bermaksud untuk mendekatkan diri sebagai kawan
justru kamu tak menganggapku
ketika aku berbuat hal bodoh kamu bertanya
"tega yah kamu sama aku?"
kamupun merengek kepadaku untuk melakukan apa yang kamu ingin
ketika semua itu sudah aku lakukan kamu kembali hilang
hinggaaku mengulangi untuk kedua kalinya kamu bilanmg kamu kecewa sama aku
lalu aku kecewa sama siapa?
dengan sifatmu yang seperti itu aku hanya bisa mengalah
bahkan kali ini aku berjanji untuk tidak pernah mengganggumu lagi
tapi kekecewaanku atasmu kini datang kembali setelah apa yang kawanku ceritakan
lalu haruskah aku mengulangi hal bodoh itu?
disatu sisi aku gak mungkin menyakiti orang aku sayang, tapi gak mungkin aku selalu bertahan?
banyak hal yang udah kita lalui
bahkan aku sendiri gak nyangka bakal bisa ngelakuin hal itu
ketika aku bilang ke kamu "yang pertama itu yang terakhir"
kamu cuma bilang "yang sudah ya sudah biar berlalu"
sekejap aku berfikir akan hal itu, apakah aku bukan yang pertama untukmu?
banyak hal yang masih sampe saat ini gak bisa aku lupa
baik yang langsung ataupun lewat handphone
terlebih lagi yang di handphone yang masih tersimpan sebagai pesan ataupun capture screen
ketika aku terlalu menginginkan kamu kembali perlukan aku menceritan kepada kedua orang tua kita?
tentang apa yang telah terjadi dan kita lakukan di malam itu?
agar kedua orang tua kita mengembalikan kita berdua dan tak terpisah lagi
betapa hati ini terkejut ketika kamu berkata kepada kawanku bahwa denganku itu hanya merasakan sakit?
yang aku kira tak seperti itu
menurutku cerita kita adalah cerita manis walau berujung pahit
selama kurang lebih hampir dua tahun kita menjalani masa yang manis apakah harus berakhir seperti ini?
kadang aku bertanya kepada diriku sendiri, tentang siapa yang sebenarnya salah?
bahkan mungkin saat ini sakit yang aku rasa lebih sakit dari pada tamparanmu pada pipiku saat pertama kali aku mengecup bibirmu
tapi menurutku sampai kapanpun rasa yang aku punya tak akan pernah berubah benci :)