Minggu, 03 Februari 2013

Bahasa Indonesia Resensi

Contoh Resensi

Judul Buku                  : Tuilet (Tuh Iler Melet)
Penulis                         : Oben Cedric
Penerbit                       : Gradien Mediatama
Kota Terbit                  : Yogyakarta
Dimensi                       : 13x19 cm
Jumlah Halaman          : 140 Halaman
Cover                          : Soft Cover
Harga                         : Rp. 22.000,00

‘Catatan Edward Culun Si Kucrut Korban Vampir’
 
Tuilet ini sendiri menceritakan tentang seorang murid SMA yang bernama Edi Wardiman. Ia biasa dipanggil Edward culun oleh teman-temannya. Nama Edward sendiri berasal dari namanya yang disingkat, dan culun memang karena di sekolahnya ia culun punya, alias cupu. Selain ia selalu dijadikan bahan olokan temannya di sekolah, ia juga selalu jadi sasaran dari keganasan mami tercintanya.  Disini diceritakan bahwa dia hanya memiliki satu teman yang bisa dibilang sebagai sahabatnya yaitu Joko. Namun, siapa sangka sobatnya sendiri bisa mengkhianati dirinya. Itu dikarenakan Joko ingin masuk geng paling populer alias paling dikenal di sekolah mereka yang dikomandoi oleh Rifan, hanya demi reputasi. Namun, semuanya berubah ketika seorang siswi baru bernama Bella menjadi teman sekelas Edward, bahkan menjadi teman sebangkunya. Bella memiliki paras yang cantik, suara yang lembut, pokoknya membuat semua anak kelas jatuh hati padanya.

Dalam novel Twilight, diceritakan bahwa Edwardlah sang pemilik insting penghisap darah manusia. Namun dalam novel ini berbeda, seorang Bella-lah yang menjadi vampir. Disinilah letak kekonyolan si penulis dalam menyimpangkan cerita asli Twilight itu. Di dalamfilm cara vampir menularkan hormone vampirnya kepada manusia yaitu melalui gigitan kepada leher si manusia tersebut. Ada cara lain? Disini diceritakan setelah Bella dan Edward semakin dekat, Bella menularkan hormon vampirnya kepada Edward dengan cara yang sangat tidak dapat kita sangka. Yaitu melalui tetesan air liurnya yang tidak sengaja menetes dan mengenai tangan Edward. Itu membuat Edward menjadi vampir junior yang nantinya bisa menjadi seorang vampir yang akan menghabisi nyawa manusia. Tapi tunggu dulu, selain kedua hal diatas, sang penulis juga menyisipkan hal konyol yang dapat membuat kita bingung. Dia membuat vampir-vampir ini tak menyukai darah, melainkan jus jengkol. Namun ini hanya terjadi pada keluarga vampir Bella.

Berubahnya Edward menjadi seorang vampir, membuat perbedaan 180o pada dirinya. Ia menjadi lebih tampan, memiliki badan yang proporsional dan lain sebagainya .Yang pasti setelah ia menjadi vampir, sex appeal pada dirinya semakin bertambah. Bahkan ia juga terpilih sebagai model iklan bahkan ditawarkan untuk menjadi model video klip. Selain itu, dia juga mendapat kekuatan yang tidak dimiliki oleh manusia biasa layaknya  seorang superhero seperti berlari dengan cepat.

Pada awalnya menjadi seorang vampir itu menyenangkan bagi Edward, karena ia tak perlu menaiki angkutan umum lagi, tidak menjadi bahan olokan teman sekolahnya dan banyak yang bisa dibanggakan ketika ia menjadi seorang vampir. Tetapi dibalik semua kesenangan yang ia dapatkan itu, ia harus menhadapi beberapa hal yang membuat dirinya ikut tersiksa diantaranya adalah dia tidak bisa mencoba makanan manusia lagi dan harus selalu minum jus jengkol sebagai vampir vegetarian, menghindari kejaran siluman serigala dan pemburu vampir yang dapat mengancam dirinya dan maminya, lalu dia juga harus tetap waspada karena bisa saja sewaktu-waktu ia akan mencelakai ibunya sendiri. Itu membuat Edward merasa tak nyaman dengan semua yang ia dapatkan.

Oleh karena itu, disini Edward dihadapkan pada sebuah pilihan yang sulit antara tetap menjadi vampir agar tetap bisa bersama dengan Bella namun meninggalkan kehidupan manusia atau menjadi manusia tetapi harus memutuskan hubungan cinta antara mereka berdua. Cerita ini semakin menarik ketika Edward harus menjalani 3 syarat penting untuk menjadi manusia dan ketika ia memutuskan untuk mengakhiri kisah cintanya dengan Bella.

Cerita ini sangat cocok untuk dibaca oleh semua kalangan, mulai dari yang muda sampai yang tua, yang kaya sampai yang miskin, maupun yang pengangguran sampai yang jadi direktur karena ceritanya yang begitu menarik, lucu, dan menggemaskan terutama untuk remaja. Tetapi ada bagian dimana cerita ini tak diperuntukkan bagi anak kecil, seperti bagian dimana Edward harus melakoni adegan berciuman dengan seorang banci sebagai syarat untuk kembali menjadi manusia. Dalam novel setebal 140 halaman ini, Oben Cedric berhasil membuat pembacanya ikut merasakan kekonyolan yang dialami oleh Edward. Namun dalam novel ini terdapat sedikit kesalahan yaitu tidak terdapatnya Kata Pengantar sebagaimana pada umumnya terdapat pada novel-novel lainnya.

Itulah Oben Cedric, seorang penulis novel yang sukses menerbitkan buku novel tuilet ini. Selain Tuilet, Oben masih punya satu lagi cerita bergenre horor-komedi yang masih merupakan lanjutan dari novel sebelumnya, New Emon dan E’Pliss yang masih merupakan plesetan dari cerita asli buatan Stephanie Meyer.

Oben sendiri lahir tepatnya pada tanggal 27, namun bulan dan tahun lahirnya dirahasiakan. Selain itu, penulis yang merupakan blasteran Sunda-Jepang-India ini melanjutkan ke STM jurusan mesin setelah lulus SMP. Ia sempat kuliah di Amrik untuk belajar bahasa Indian dan sempat pula melanjutkan studinya di Mesir.