Senin, 06 Mei 2013

HIV / AIDS


Seks bebas adalah hubungan seksual yang dilakukan diluar ikatan pernikahan, baik suka sama suka atau dalam dunia prostitusi. Seks bebas bukan hanya dilakukan oleh kaum remaja bahkan yang telah berumah tangga pun sering melakukannya dengan orang yang bukan pasangannya. Biasanya dilakukan dengan alasan mencari variasi seks ataupun sensasi seks untuk mengatasi kejenuhan.
Seks bebas sangat tidak layak dilakukan mengingat resiko yang sangat besar. Pada remaja biasanya akan mengalami kehamilan diluar nikah yang memicu terjadinya aborsi. Ingat aborsi itu sangatlah berbahaya dan beresiko kemandulan bahkan kematian. Selain itu tentu saja para pelaku seks bebas sangat beresiko terinfeksi virus HIV yang menyebabkan AIDS, ataupun penyakit menular seksual lainnya.
Pada orang yang telah menikah, seks bebas dilakukan karena mereka mungkin hanya sekedar having fun. Biasanya mereka melakukan perselingkuhan denga orang lain yang bukan pasangan resminya, bahkan ada juga pasangan suami istri yang mencari orang ketiga sebagai variasi seks mereka. Ada juga yang bertukar pasangan. Semua kelakuan diatas dapat dikategorikan seks bebas dan para pelakunya sangat berisiko terinfeksi virus HIV.


Masa remaja merupakan masa transisi yang unik dan ditandai oleh berbagai perubahan fisik, emosi dan phisikis. Masa remaja yaitu 10 – 19 tahun, merupakan masa yang khusus dan penting, karena merupakan periode pematangan organ reproduksi manusia, dan sering disebut masaa pubertas.

Remaja yang sedang mencari identitas diri sangat mudah menerima informasi dunia berkaitan dengan masalah fungsi alat reproduksinya, sehingga cenderung menjurus ke arah pelaksanaan hubungan seksual yang semakin bebas.

Perilaku ingin mencoba-coba hal yang baru jika didorong oleh rangsangan seksual dapat membawa remaja masuk pada hubungan sek pranikah dengan segala akibatnya,antara lain akibat kematangan organ sek maka dapat terjadi kehamilan remajadi luar nikah,upaya abortus,dan penularan penyakit kelamin. Akibat hubungan sek pra nikah remaja terancam kehamilan yang tidak diinginkan, pengguguran kandungan yang tidak aman, infeksi organ-organ reproduksi, kemandulan, kematian karena perdarahan dan menambah risiko tertular panyakit menular seksual (PMS),seperti : gonore (GO), sifilis, herpes simpleks (genitalia), clamidia, kondiloma akuminata,HIV/AIDS.

Menurut ciri perkembangannya,masa remaja dibagi menjadi tiga tahap,yaitu masa remaja awal 10 – 12 tahun,Masa remaja tengah 13 – 15 tahun, Masa remaja akhir 16 – 19 tahun ( Departemen Kesehatan Republik Indonesia,2001).
Dalam melakukan hubungan seksual sebagian besar remaja tidak terlindungi dari dua hal kemungkinan yang dapat terjadi yaitu kehamilan yang tidak diinginkan, dan penyakit hubungan seksual yang menjurus ke arah penyakit radang panggul. Masalah tersebut nyata memberikan dampak yang merugikan remaja dalam menghadapi masa depan yang lebih baik.

Penyakit radang panggul wnita merupakan kelanjutan dari infeksi karena hubungan seksual yang tidak terlindungi.terjadinya radang panggul ini merupakan kegagalan dalam upaya pencegahan primer yaitu dengan menghindari terjadinya penyakit hubungan seksual sampai AIDS. Kejadian radang panggul semakin meningkat berkaitan dengan makin bebasnya hubungan seksual pra nikah pada remaja. Informasi yang semakin cepat dan luas dalam berbagai bentuk telah menyebabkan dunia makin milik remaja.

Masalah hubungan sek dengan akibatnya dalam bentuk penyakit hubungan sek (PHS) sebagian besar mendapat pengobatan di luar rumah sakit dan mungkin tidak adekuat sehingga penyakit berjalan subklinis (tanpa gejala klinis yang khas) namun kerusakan jaringan berlangsung terus yang mengakibatkan kemandulan. Dari sudut bakteriologo (mikroorganisme) yang paling sering menyebabkan penyakit hubungan sek dan menjurus kearah penyakit radang panggul adalah Neiserreia gonorrhea, Clamydia trachomatosis, Nycoplasma hominis dan bakteri lainnya.

Penyakit ini merupakan kelanjutan dari penyakit hubungan sek maka pengobatan penyakit hubungan sek harus radikal,sehinga dapat menghindari kelangsungannya menjadi penyakit radang panggul ,menimbulkan kerusakan jaringan perlekatan,buntunya saluran yang mengakibatkan makin meningkatnya kehamilan diluar kandungan dan kemandulan ( Arcan,1999). Dari latar belakang masala di atas penulis tertarik untuk membuat judul penelitian yaitu “Faktor-faktor yang mempengaruhi sek bebas pada remaja dengan kesehatan reproduksinya di SMAN 1 Baregbeg kabupaten Ciamis periode 2010”

Bab I Pendahuluana)Latar Belakang
Pada masa remaja rasa ingin tahu terhadap masalah seksual sangat pentingdalam pembentukan hubungan baru yang lebih matang dengan lawan jenis.Padahal pada masa remaja informasi tentang masalah seksual sudahseharusnya mulai diberikan, agar remaja tidak mencari informasi dari oranglain atau dari sumber-sumber yang tidak jelas atau bahkan keliru sama sekali.Pemberian informasi masalah seksual menjadi penting terlebih lagi mengingatremaja berada dalam potensi seksual yang aktif, karena berkaitan dengandorongan seksual yang dipengaruhi hormon dan sering tidak memilikiinformasi yang cukup mengenai aktivitas seksual mereka sendiri (Handbook of Adolecent psychology, 1980). Tentu saja hal tersebut akan sangat berbahayabagi perkembangan jiwa remaja bila ia tidak memiliki pengetahuan daninformasi yang tepat. Fakta menunjukkan bahwa sebagian besar remaja kitatidak mengetahui dampak dari perilaku seksual yang mereka lakukan,seringkali remaja sangat tidak matang untuk melakukan hubungan seksualterlebih lagi jika harus menanggung resiko dari hubungan seksual tersebut.Karena meningkatnya minat remaja pada masalah seksual dan sedang beradadalam potensi seksual yang aktif, maka remaja berusaha mencari berbagaiinformasi mengenai hal tersebut. Dari sumber informasi yang berhasil merekadapatkan, pada umumnya hanya sedikit remaja yang mendapatkan selukbeluk seksual dari orang tuanya. Oleh karena itu remaja mencari ataumendapatkan dari berbagai sumber informasi yang mungkin dapat diperoleh,misalnya seperti di sekolah atau perguruan tinggi, membahas dengan teman-teman, buku-buku tentang seks, media massa atau internet.Masa remaja adalah masa yang penuh gejolak, masa yang penuh denganberbagai pengenalan dan petualangan akan hal-hal yang baru sebagai bekaluntuk mengisi kehidupan mereka kelak. Disaat remajalah proses menjadimanusia dewasa berlangsung. Pengalaman manis, pahit, sedih, gembira, lucubahkan menyakitkan mungkin akan dialami dalam rangka mencari jati diri.Sayangnya, banyak diantara mereka yang tidak sadar bahwa beberapapengalaman yang tampaknya menyenangkan justru dapat menjerumuskan.Rasa ingin tahu dari para remaja kadang-kadang kurang disertai pertimbanganrasional akan akibat lanjut dari suatu perbuatan. Daya tarik persahabatanantar kelompok, rasa ingin dianggap sebagai manusia dewasa, kaburnya nilai-nilai moral yang dianut, kurangnya kontrol dari pihak yang lebih tua (dalam halini orang tua), berkembangnya naruli seks akibat matangnya alat-alat kelaminsekunder, ditambah kurangnya informasi mengenai seks dari sekolah/lembagaformal serta bertubi-tubinya berbagai informasi seks dari media massa yangtidak sesuai dengan norma yang dianut menyebabkan keputusan-keputusanyang diambil mengenai masalah cinta dan seks begitu kompleks danmenimbulkan gesekan-gesekan dengan orang tua ataupun lingkungankeluarganya.Memasuki Milenium baru ini sudah selayaknya bila orang tua dan kaumpendidik bersikap lebih tanggap dalam menjaga dan mendidik anak danremaja agar ekstra berhati-hati terhadap gejala-gejala sosial, terutama yangberkaitan dengan masalah seksual, yang berlangsung saat ini. Seiringperkembangan yang terjadi sudah saatnya pemberian penerangan danpengetahuan masalah seksualitas pada anak dan remaja ditingkatkan.Pandangan sebagian besar masyarakat yang menganggap seksualitas
merupakan suatu hal yang alamiah, yang nantinya akan diketahui dengansendirinya setelah mereka menikah sehingga dianggap suatu hal tabu untukdibicarakan secara terbuka, nampaknya secara perlahan-lahan harus diubah.Sudah saatnya pandangan semacam ini harus diluruskan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan membahayakan bagi anak dan remaja sebagaigenerasi penerus bangsa. Remaja yang hamil di luar nikah, aborsi, penyakitkelamin, dll, adalah contoh dari beberapa kenyataan pahit yang sering terjadipada remaja sebagai akibat pemahaman yang keliru mengenai seksualitas.
b)Permasalahan
Arus modernisasi juga berdampak negatif di kalangan remaja. Banyakdiantaranya yang telah melakuka seks bebas. Pendidikan seks dandampaknya masih kurang diperkenalkan kepada remaja Indonesia.Sebagian kecil remaja Indonesia telah melakukan seks bebas terhadappacar atau temanya. Akses informasi yang begitu cepat melaluiinternet, komik dewasa, Film dan game menyerbu remaja yangdikemas sedemikian rupa sehingga perbuatan seks dianggap lumrahdan menyenangkan.
Adapun faktor-faktor yang dianggap berperan dalam munculnya permasalahanseksual pada remaja, menurut Sarlito W. Sarwono (Psikologi Remaja,1994)adalah sebagai berikut :1. Perubahan-perubahan hormonal yang meningkatkan hasrat seksual remaja.Peningkatan hormon ini menyebabkan remaja membutuhkan penyalurandalam bentuk tingkah laku tertentu2. Penyaluran tersebut tidak dapat segera dilakukan karena adanyapenundaan usia perkawinan, baik secara hukum oleh karena adanya undang-undang tentang perkawinan, maupun karena norma sosial yang semakin lamasemakin menuntut persyaratan yang terus meningkat untuk perkawinan(pendidikan, pekerjaan, persiapan mental dan lain-lain)3. Norma-norma agama yang berlaku, dimana seseorang dilarang untukmelakukan hubungan seksual sebelum menikah. Untuk remaja yang tidakdapat menahan diri memiliki kecenderungan untuk melanggar hal-haltersebut.
Bab II Pembahasana) Pendidikan Seks
1)Pengertian Pendidikan SeksPendidikan seks dapat diartikan sebagai penerangan tentang anatomifisiologi seks manusia, bahaya penyakit kelamin dan sebagainya.Pendidikan seks bisa juga diartikan sebagai sex play yang hanya perludiberikan kepada orang dewasa. Pendidikan seks bukan hanyamengenai penerangan seks dalam arti heterosexual, dan bukan semata-mata menyangkut masalah biologis atau fisiologis, melainkan jugameliputi psikologis, sosio-kultural, agama, dan kesehatan. Dalampendidikan sek dapat dibedakan antara sex instruction yaitu peneranganmengenai anatomi, mengenai biologi dari reproduksi, pembinaankeluarga dan metode kontrasepsi serta education in sexuality meliputibidang-bidang etika, moral, fisikologi, ekonomi, dan pengetahuanlainnya. Sex instruction tanpa education in sexuality menyebabkan promiscuity (pergaulan dengan siapa saja) sertahubungan-hubungan seks yang menyimpang.Menurut Sarlito dalam bukunya Psikologi Remaja (1994), secaraumum pendidikan seksual adalah suatu informasi mengenai persoalanseksualitas manusia yang jelas dan benar, yang meliputi prosesterjadinya pembuahan, kehamilan sampai kelahiran, tingkah lakuseksual, hubungan seksual, dan aspek-aspek kesehatan, kejiwaan dankemasyarakatan. Masalah pendidikan seksual yang diberikansepatutnya berkaitan dengan norma-norma yang berlaku dimasyarakat, apa yang dilarang, apa yang dilazimkan dan bagaimanamelakukannya tanpa melanggar aturan-aturan yang berlaku dimasyarakat.Pendidikan seksual merupakan cara pengajaran atau pendidikanyang dapat menolong muda-mudi untuk menghadapi masalah hidupyang bersumber pada dorongan seksual. Dengan demikian pendidikanseksual ini bermaksud untuk menerangkan segala hal yangberhubungan dengan seks dan seksualitas dalam bentuk yang wajar.Menurut Singgih, D. Gunarsa, penyampaian materi pendidikan seksualini seharusnya diberikan sejak dini ketika anak sudah mulai bertanyatentang perbedaan kelamin antara dirinya dan orang lain,berkesinambungan dan bertahap, disesuaikan dengan kebutuhan danumur anak serta daya tangkap anak ( dalam Psikologi praktis, anak,remaja dan keluarga, 1991). Dalam hal ini pendidikan seksual idealnyadiberikan pertama kali oleh orangtua di rumah, mengingat yang palingtahu keadaan anak adalah orangtuanya sendiri. Tetapi sayangnya diIndonesia tidak semua orangtua mau terbuka terhadap anak di dalammembicarakan permasalahan seksual. Selain itu tingkat sosial ekonomimaupun tingkat pendidikan yang heterogen di Indonesia menyebabkanada orang tua yang mau dan mampu memberikan penerangan tentangseks tetapi lebih banyak yang tidak mampu dan tidak memahamipermasalahan tersebut. Dalam hal ini maka sebenarnya peran duniapendidikan sangatlah besar. Pendidikan seks jangan diartikan sebagaimengajarkan bagaimana cara berhubungan seks, kata Dr. Raditya, akantetapi pemberian materi kesehatan reproduksi secara keseluruhan. Jenisdan kedalaman materinya disesuaikan dengan usiaMateri yang diberikan dimulai dengan dijelaskan tentang anatomidan fungsi alat reproduksi, perkembangan fisik dan mental remaja,definisi seks dan seksualitas, kesehatan seksual hubungan seks,kehamilan dan pencegahan kehamilan (alat kontrasepsi).Menurut dokter yang juga aktif di RS Pantai Indah Kapuk, Klinik WiraMedika dari Klinik Keluarga Berencana ini, pemberian materi pendidikanseks tersebut juga disertai dengan pendidikan dan penghayatan agamayang kuat.Di Amerika, materi pendidikan seks diberikan oleh orang tua secaralangsung. Dengan iklim yang sangat terbuka, mereka mendiskusikanmateri pendidikan seks dengan sang anak. Cara ini dinilai lebih baikketimbang anak mencari pengetahuan seks sendiri melalui mediainternet atau majalah.Penyampaian materi pendidikan seks, sebaiknya diberikan oleh pendidikteman sebaya atau disebut dengan  peer educator
.Bentuk praktis pendidikan seks, menurut Arief Rahman, meliputipemberian nama-nama yang berbeda untuk laki-laki dan untukperempuan. Secara kultural dan agama, ada nama untuk laki-laki untuk perempuan. Pemberian baju laki-laki dan perempuan yangdibedakan juga merupakan pendidikan seks. Ketajaman seksualitas ,seorang anak dimulai dari bajunya. Bahkan warna bajunya. Misalnyawarna pink selalu untuk perempuan, dan warna biru untuk laki-laki.Contoh lain misalnya bahan pakaian.Menjelang akil balig, Yang disebut jati diri seksual makin tampak sebabsecara biologis akan terjadi perubahan-perubahan fisik. Pada tahap ini jangan sampai anak laki-laki dan anak perempuan dianggap sama didalam segala hal. Aksesoris baju pada usia akil balig juga bertambah.Pada anak perempuan, misalnya mulai mengenakan bra juga mulaimengenal pembalut.Pendidikan seks merupakan upaya yang menyeluruh, Keluarga,pendidikan formal dan masyarakat secara bersama-sama melakukanupaya pendidikan seks yang saling mengisi satu sama lain.Khususnya di dalam pendidikan formal, seperti di sekolah-sekolahumum, materi pendidikan seks diberikan pada semua mata pelajaran. Jadi, kata Arief Rahman, tidak harus di dalam bentuk mata ajarankhusus. Mata pelajaran biologi menceritakan tentang alat-alatreproduksi. Pelajaran pendidikan jasmani akan menekankan perbedaanpertandingan olah raga untuk laki-laki dan perempuan. Jika laki-lakiharus bermain volley ball 5 set, maka perempuan hanya 3 set. Di dalambahasa Indonesia, diberikan cerita-cerita tentang perbedaan peran laki-laki dan perempuan. Tentu saja tidak mudah untuk mendapatkan pendidikan seks yangintegral dan bermutu. Banyak tantangannya yang paling berat adalahkebocoran-kebocoran sistem nilai dari luar (Barat). Hal tersebutmenyebabkan anak remaja mencontoh gaya hidup Barat yangcenderung memuaskan diri. Waria dan homoseks diklaim sebagai hakasasi, menurut pendidik yang humoris ini, kalau nilai-nilai Barat sepertiitu dikembangkan di negara kita, akan hancurlah remaja Indonesia.2)Tujuan Pendidikan SeksPendidikan seksual selain menerangkan tentang aspek-aspek anatomisdan biologis juga menerangkan tentang aspek-aspek psikologis danmoral. Pendidikan seksual yang benar harus memasukkan unsur-unsurhak asasi manusia. Juga nilai-nilai kultur dan agama diikutsertakansehingga akan merupakan pendidikan akhlak dan moral juga.Menurut Kartono Mohamad pendidikan seksual yang baik mempunyaitujuan membina keluarga dan menjadi orang tua yangbertanggungjawab (dalam Diskusi Panel Islam Dan Pendidikan Seks BagiRemaja, 1991). Beberapa ahli mengatakan pendidikan seksual yangbaik harus dilengkapi dengan pendidikan etika, pendidikan tentanghubungan antar sesama manusia baik dalam hubungan keluargamaupun di dalam masyarakat. Juga dikatakan bahwa tujuan daripendidikan seksual adalah bukan untuk menimbulkan rasa ingin tahudan ingin mencoba hubungan seksual antara remaja, tetapi inginmenyiapkan agar remaja tahu tentang seksualitas dan akibat-akibatnyabila dilakukan tanpa mematuhi aturan hukum, agama dan adat istiadatserta kesiapan mental dan material seseorang. Selain itu pendidikanseksual juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan mendidikanak agar berperilaku yang baik dalam hal seksual, sesuai dengan7 Yunior Rahmawan Usop

norma agama, sosial dan kesusilaan (Tirto Husodo, Seksualitet dalammengenal dunia remaja, 1987)Penjabaran tujuan pendidikan seksual dengan lebih lengkap sebagaiberikut :
•Memberikan pengertian yang memadai mengenai perubahan fisik,mental dan proses kematangan emosional yang berkaitan denganmasalah seksual pada remaja.
•Memberikan pengertian tentang perbedaan antara pria danwanita.
•Memberikan pengertian tentang peranan seks dalam kehidupanmanusia.
•Mengurangi ketakutan dan kecemasan sehubungan denganperkembangan dan penyesuaian seksual (peran, tuntutan dantanggungjawab)
•Membentuk sikap dan memberikan pengertian terhadap seksdalam semua manifestasi yang bervariasi
•Memberikan pengertian bahwa hubungan antara manusia dapatmembawa kepuasan pada kedua individu dan kehidupankeluarga.
•Memberikan pengertian mengenai kebutuhan nilai moral yangesensial untuk memberikan dasar yang rasional dalam membuatkeputusan berhubungan dengan perilaku seksual.
•Memberikan pengetahuan tentang kesalahan dan penyimpanganseksual agar individu dapat menjaga diri dan melawan eksploitasiyang dapat mengganggu kesehatan fisik dan mentalnya.
•Untuk mengurangi prostitusi, ketakutan terhadap seksual yangtidak rasional dan eksplorasi seks yang berlebihan.
•Memberikan pengertian dan kondisi yang dapat membuat individumelakukan aktivitas seksual secara efektif dan kreatif dalamberbagai peran, misalnya sebagai istri atau suami, orang tua,anggota masyarakat.
•Mengembangkan pengertian diri sendiri dengan fungsi dankebutuhan seks. Jadi pendidikan seks dalam arti sempit (incontext) adalah pendidikan mengenai seksualitas manusia.
•Membantu siswa dalam memngembangkan kepribadian, sehinggamampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab.Jadi tujuan pendidikan seksual adalah untuk membentuk suatu sikapemosional yang sehat terhadap masalah seksual dan membimbing anakdan remaja ke arah hidup dewasa yang sehat dan bertanggung jawabterhadap kehidupan seksualnya. Hal ini dimaksudkan agar mereka tidakmenganggap seks itu suatu yang menjijikan dan kotor. Tetapi lebihsebagai bawaan manusia, yang merupakan anugrah Tuhan danberfungsi penting untuk kelanggengan kehidupan manusia, dan supayaanak-anak itu bisa belajar menghargai kemampuan seksualnya danhanya menyalurkan dorongan tersebut untuk tujuan tertentu (yangbaik) dan pada waktu yang tertentu saja.
b) Bahaya Seks Bebas
Pergaulan bebas dalam penelitian ini ialah kecenderunganmenghabiskan waktu di diskotik/ bar/karaoke, kecenderungan bergaul dengan WTS, berkawan dengan pecandu narkoba, dan kecenderunganbergaul dengan teman yang suka melacur. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa perilaku yang paling banyak dilakukan respondenialah berkawan dengan pecandu narkoba (min 1,3686), perilaku lainnyacenderungan tidak pernah dilakukan responden (min antara 1,0157 –1,0941).

dengan WTS, berkawan dengan pecandu narkoba, dan kecenderunganbergaul dengan teman yang suka melacur. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa perilaku yang paling banyak dilakukan respondenialah berkawan dengan pecandu narkoba (min 1,3686), perilaku lainnyacenderungan tidak pernah dilakukan responden (min antara 1,0157 –1,0941).Pergaulan Bebas Yang Dilakukan RespondenAlternatif JawabanSelalu%Sekali-kali% TidakPernah%MinMenghabiskanwaktu didiskotik/bar/karaoke92,96,30,81,0784Bergaul denganpelacur96,52,70,81,0431Berkawan denganpecandu narkoba66,330,63,11,3686Bergaul denganteman yang sukamelacur91,87,11,21,0941 Menurut Dr. Raditya, ada dua dampak yang ditimbulkan dari perilakuseks di kalangan remaja yaitu kehamilan dan penyakit menular seksual.Di Amerika. setiap tahunnya hampir satu juta remaja Perempuanmenjadi hamil dan sebanyak 3,7 juta kasus baru infeksi penyakitkelamin diderita oleh remaja.Untuk menghindari perilaku seks remaja yang berisiko, peran orang tuadalam masa

tumbuh kembang remaja sangatlah penting, antara lainbahwa orang tua harus bisa menjadi sahabat remaja. Agar hubunganorang tua dengan remaja terjalin dengan baik dan dapat menyelesaikanmasalah remaja dengan baik dan tuntas, diperlukan komunikasi yangbaik dan efektif.Kehamilan remaja bahkan sudah terbukti dapat memberikan risikoterhadap ibu dan janinnya. Risiko tersebut adalah disproporsi(ketiduksesuaian ukuran) janin, pendarahan, prematurilas, cacatbawaan janin, dan lain-lain. Selain hamil, timbulnya penyakit menularseksual pada remaja juga perlu dicermati. Penyakit tersebut ditularkanoleh perilaku seks yang tidak aman atau tidak sehat. Misalnya, remajayang sering berganti-ganti pasangan atau berhubungan denganpasangan yang menderita penyakit kelamin. Selain akan membawacacat kepada bayi, Penyakit menular seks yang menyerang usia remaja
 juga dapat mengakibatkan penyakit kronis dan gangguan kesuburan dimasa mendatang.Perilaku seks bebas tidak aman di kalangan remaja dapat dan banyakmenimbulkan dampak negatif , baik pada remaja putra maupun putri.Biasanya dampak negatif atau akibat buruk dari perilaku seks bebastidak aman tersebut lebih berat dirasakan oleh remaja putri ketimbangremaja putra.Seringkali remaja berperilaku seks berisiko karena tidak punya cukuppengetahuan mengenai akibatnya.Apakah akibat perilaku seks bebas tidak aman bagi remaja ?Berikut beberapa bahaya utama akibat seks pranikah dan seks bebas.a)Menciptakan kenangan buruk. Apabila seseorang terbukti telahmelakukan seks pranikah atau seks bebas maka secara moralpelaku dihantui rasa bersalah yang berlarut-larut. Keluarga besarpelaku pun turut menanggung malu sehingga menjadi bebanmental yang berat.
 b)
Mengakibatkan kehamilan. Hubungan seks satu kali saja bisamengakibatkan kehamilan bila dilakukan pada masa subur.kehamilan yang terjadi akibat seks bebas menjadi beban mentalyang luar biasa. Kehamilan yang dianggap “Kecelakaan” inimengakibatkan kesusahan dan malapetaka bagi pelaku bahkanketurunannya.
c)
Menggugurkan Kandungan (aborsi) dan pembunuhan bayi. Aborsimerupakan tindakan medis yang ilegal dan melanggar hukum.Aborsi mengakibatkan kemandulan bahkan Kanker Rahim.Menggugurkan kandungan dengan cara aborsi tidak aman, karenadapat mengakibatkan kematian.
d)
Penyebaran Penyakit. Penyakit kelamin akan menular melaluipasangan dan bahkan keturunannya. Penyebarannya melalui seksbebas dengan bergonta-ganti pasangan. Hubungan seks satu kalisaja dapat menularkan penyakit bila dilakukan dengan orang yangtertular salah satu penyakit kelamin. Salah satu virus yang bisaditularkan melalui hubungan seks adalah virus HIV.e)Timbul rasa ketagihan.
f)kehamilan terjadi jika terjadi pertemuan sel telur pihak wanita dan spermatozoa pihak pria.Dan hal itu biasanya didahului oleh hubungan seks. Kehamilan pada remaja seringdisebabkan ketidaktahuan dan tidak sadarnya remaja terhadap proses kehamilan. Bahayakehamilan pada remaja:1. Hancurnya masa depan remaja tersebut.2. Remaja wanita yang terlanjur hamil akan mengalami kesulitan selama kehamilankarena jiwa dan fisiknya belum siap.3. Pasangan pengantin remaja, sebagian besar diakhiri oleh perceraian (umumnyakarena terpaksa kawin karena nafsu, bukan karena cinta).4. Pasangan pengantin remaja sering menjadi cemoohan lingkungan sekitarnya.5. Remaja wanita yang berusaha menggugurkan kandungan pada tenaga non medis(dukun, tenaga tradisional) sering mengalami kematian strategis.6. Pengguguran kandungan oleh tenaga medis dilarang oleh undang-undang, kecualiindikasi medis (misalnya si ibu sakit jantung berat, sehingga kalau ia meneruskankehamilan dapat timbul kematian). Baik yang meminta, pelakunya maupun yangmengantar dapat dihukum.7. Bayi yang dilahirkan dari perkawinan remaja, sering mengalami gangguan kejiwaansaat ia dewasa.
c) Menghindari Seks Bebas

Para ahli berpendapat bahwa pendidik yang terbaik adalah orang tuadari anak itu sendiri. Pendidikan yang diberikan termasuk dalampendidikan seksual. Dalam membicarakan masalah seksual adalah yangsifatnya sangat pribadi dan membutuhkan suasana yang akrab, terbukadari hati ke hati antara orang tua dan anak. Hal ini akan lebih mudahdiciptakan antara ibu dengan anak perempuannya atau bapak dengananak laki-lakinya, sekalipun tidak ditutup kemungkinan dapat terwujudbila dilakukan antara ibu dengan anak laki-lakinya atau bapak dengananak perempuannya. Kemudian usahakan jangan sampai munculkeluhan seperti tidak tahu harus mulai dari mana, kekakuan,kebingungan dan kehabisan bahan pembicaraan.Dalam memberikan pendidikan seks pada anak jangan ditunggu sampaianak bertanya mengenai seks. Sebaiknya pendidikan seks diberikandengan terencana, sesuai dengan keadaan dan kebutuhan anak.Sebaiknya pada saat anak menjelang remaja dimana proseskematangan baik fisik, maupun mentalnya mulai timbul danberkembang kearah kedewasaan.Beberapa hal penting dalam memberikan pendidikan seksual, sepertiyang diuraikan oleh Singgih D. Gunarsa (1995) berikut ini, mungkinpatut anda perhatikan:

Cara menyampaikannya harus wajar dan sederhana, janganterlihat ragu-ragu atau malu.

Isi uraian yang disampaikan harus obyektif, namun janganmenerangkan yang tidak-tidak, seolah-olah bertujuan agar anaktidak akan bertanya lagi, boleh mempergunakan contoh atausimbol seperti misalnya : proses pembuahan pada tumbuh-tumbuhan, sejauh diperhatikan bahwa uraiannya tetap rasional.

Dangkal atau mendalamnya isi uraiannya harus disesuaikandengan kebutuhan dan dengan tahap perkembangan anak. Terhadap anak umur 9 atau 10 tahun t belum perlu menerangkansecara lengkap mengenai perilaku atau tindakan dalam hubungankelamin, karena perkembangan dari seluruh aspekkepribadiannya memang belum mencapai tahap kematanganuntuk dapat menyerap uraian yang mendalam mengenai masalahtersebut.

Pendidikan seksual harus diberikan secara pribadi, karena luassempitnya pengetahuan dengan cepat lambatnya tahap-tahapperkembangan tidak sama buat setiap anak. Dengan pendekatanpribadi maka cara dan isi uraian dapat disesuaikan dengankeadaan khusus anak.

Pada akhirnya perlu diperhatikan bahwa usahakan melaksanakanpendidikan seksual perlu diulang-ulang (repetitif) selain itu jugaperlu untuk mengetahui seberapa jauh sesuatu pengertian barudapat diserap oleh anak, juga perlu untuk mengingatkan danmemperkuat
(reinforcement)
apa yang telah diketahui agar benar-benar menjadi bagian dari pengetahuannya.1)Pencegahan Menurut Agama
Iman, merupakan rem paling pakem dalam berpacaran. Justru penilaian kepribadian pasangandapat dinilai saat berpacaran. Mereka yang menuntut hal-hal yang melanggar norma-normayang dianut, tentunya tidak dapat diharapkan menjadi pasangan yang baik. Seandainya iapunmenjadi suami atau istri kelak tentunya keinginan untuk melanggar norma-norma pun selaluada. Untuk itu, "Say Good Bye" sajalah...! Masih banyak kok pria dan wanita yang mempunyaiiman dan moral yang baik yang kelak dapat membantu keluarga bahagia. Pengetahuan agama remaja dalam penelitian dibatasi padapengetahuan agama yang berhubungan dengan pergaulan bebas,penyalahgunaan narkoba dan hubungan seks di luar nikah. Mayoritasresponden tidak menyetujui penyalahgunaan narkoba dan mengadakanseks di luar nikah. Pengetahuan Agama Rem

Pengetahuan agama remaja dalam penelitian dibatasi padapengetahuan agama yang berhubungan dengan pergaulan bebas,penyalahgunaan narkoba dan hubungan seks di luar nikah. Mayoritasresponden tidak menyetujui penyalahgunaan narkoba dan mengadakanseks di luar nikah. Pengetahuan Agama RemajaAlternatif Jawaban Tidaksetuju%KurangSetuju%Setuju%Agama tidak larang pergaulanbebas54,134,111,8Agama tidak melarangpenyalahgunaan narkoba di luarkeperluan medis89,47,53,1Agama tidak melarang hubunganseks di luar nikah97,32,40,4Saya boleh bergaul bebas,menggunakan narkoba danmengadakan hubungan seks diluar nikah asalkan saya tetapmelaksanakan shalat dan ibadahpuasa54,134,111,8Pengetahuan Agama RemajaAlternatif Jawaban Tidaksetuju%KurangSetuju%Setuju%Saya boleh melanggarajaran agama selagi muda,asalkan saya taubat di haritua78,419,22,4Agama tidak dapatmembantu saya untukmendapatkan ketenangan54,134,111,8Pencegahan menurut agama antara lain :a)Memisahkan tempat tidur anak.b)Meminta izin ketika memasuki kamar tidur orang tua.c)Mengajarkan adab memandang lawan jenis.d)Larangan menyebarkan rahasia suami-istri.


Hindari pergaulan negatif.

Selektif terhadap teman-teman sebaya.

Loya namun tetap hati-hati mengikuti perkembangan teknologi.

Hidup sehat tanpa terpau narkotika.

 Jangan hancurkan masa depan.

Capai cita-cita tanpa seks bebas.

Pikirkan segala tindakan kita dengan efektif dan komprehensif sesuai dengan akibat yang akan kita terima.

Hindari seks bebas sejak dini dengan tidak bergaul tanpa batasannorma dan etika.

Katakan "tidak", jika pasangan menghendaki aktivitas berpacaranmelebihi batas. Terutama bagi remaja putri permintaan seks sebagai"bukti cinta", jangan dipenuhi, karena yang paling rugi adalah pihakwanita. Ingat, sekali wanita kehilangan kegadisannya, seumur hidup iaakan menderita, karena norma yang dianut dalam masyarakat kitamasih tetap mengagungkan kesucian. Berbeda dengan wanita,keperjakaan pria tidak pernah bisa dibuktikan, sementara denganpemeriksaan dokter kandungan dapat ditentukan apakah seorang gadismasih utuh selaput daranya atau tidak.

Yang sering terjadi adalah pasangan lepas kendali karena terbuai aktivitas berpacaran.untuk itu beberapa tips agar tidak terbuai:1. Niatkan bahwa tujuan berpacaran adalah untuk saling mengenal lebih dekat.2. Hindari tempat yang terlalu sepi atau tempat yang mengandung aktivitasseksual.3. Hindari makan makanan yang merangsang sebelum/selama pacaran.4. Hindari bacaan/film porno yang merangsang sebelum/selama pacaran.5. Jangan dituruti kalau pasangan menuntut aktivitas pacaran yang berlebihan,sambil mengingatkan bahwa hal itu akan mengotori tujuan dari berpacaran.

Oleh karena itu bahwa gaya pacaran yang sehat merupakan sesuatu yang perludiperhatikan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Gaya pacaran yang sehatmencakup berbagai unsur yaitu sebagai berikut:1. Sehat Fisik.Tidak ada kekerasan dalam berpacaran. Dilarang saling memukul, menampar ataupun menendang.2. Sehat Emosional.Hubungan terjalin dengan baik dan nyaman, saling pengertian dan keterbukaan.Harus mengenali emosi diri sendiri dan emosi orang lain. Harus mampumengungkapkan dan mengendalikan emosi dengan baik.3. Sehat Sosial.Pacaran tidak mengikat, maksudnya hubungan sosial dengan yang lain harustetap dijaga agar tidak merasa asing di lingkungan sendiri. Tidak baik apabilaseharian penuh bersama dengan pacar.4. Sehat Seksual.Dalam berpacaran kita harus saling menjaga, yaitu tidak melakukan hal-hal yangberesiko. Jangan sampai melakukan aktivitas-aktivitas yang beresiko, apalagimelakukan hubungan seks.
14 Yunior Rahmawan Usop

Daftar Pustaka
www.e-dukasi.net;www.crr.comwww.bknn.com;www.wikipedia.comwww.geocities.com;www.scribd.comwww.slideshare.com;www.books.google.com  sumber-sumber lain yang relevan dan dapat dipercaya.
LampiranApakah arti dari seks?
Seks berarti jenis kelamin, yaitu suatu sifat atau ciri yang membedakanlaki-laki dan perempuan.
Apakah arti dari seksual?
15 Yunior Rahmawan Usop

Seksual berarti yang ada hubungannnya dengan seks atau yang munculdari seks, misalnya pelecehan seksual yaitu menunjuk kepada jeniskelamin yang dilecehkan.
Apakah arti dari perilaku seksual?
Perlaku seksual adalah segala bentuk perilaku yang muncul berkaitandengan dorongan seksual.
Apakah arti hubungan seksual?
Hubungan seks mempunyai arti hubungan kelamin sebagai salah satubentuk kegiatan penyaluran dorongan seksual.
Bagaimana jika remaja diberi pendidikan seks?
Pada umumnya orang menganggap bahwa pendidikan seks hanya berisitentang pemberian informasi alat kelamin dan berbagai macam posisidalam berhubungan kelamin. Hal ini tentunya akan membuat paraorangtua merasa khawatir. Untuk itu perlu diluruskan kembalipengertian tentang pendidikan seks. pendidikan seks berusahamenempatkan seks pada perspektif yang tepat dan mengubahanggapan negatif tentang seks. Dengan pendidikan seks kita dapatmemberitahu remaja bahwa seks adalah sesuatu yang alamiah danwajar terjadi pada semua orang, selain itu remaja juga dapat diberitahumengenai berbagai perilaku seksual berisiko sehingga mereka dapatmenghindarinya.
Apakah dengan mendapatkan pendidikan seks remajamenjadi ingin mencoba?
Sebetulnya sampai saat ini tidak ada bukti bahwa pendidikan seks justruakan menyebabkan remaja ingin mencoba. Berbagai studi justrumenunjukan bahwa remaja yang mendapatkan informasi yang benartentang kehidupan seksualitas akan menjadi lebih bertanggung jawabterhadap kehidupan mereka. Bagi remaja yang belum aktif seksual,pendidikan seks justru akan menunda umur pertama kali melakukanhubungan seks. Remaja yang sejak awal mengetahui bahwa melakukanhubungan seksual dengan sembarang orang akan memiliki resiko yangtinggi terkena penyakit kelamin, cenderung akan menghidari tingkahlaku tersebut.
Apakah yang dimaksud orientasi seksual?
Orientasi seksual adalah dengan jenis kelamin dimana seseorang lebihtertarik secara seksual. Secara ekstrem orientasi seksual dikategorikanmenjadi dua yaitu heteroseks (orang yang secara seksual tertarikdengan lawan jenis) dan homoseks (orang yang secara seksual lebihtertarik dengan orang lain yang sejenis kelamin). Diantara kedua kutuborientasi seksual tersebut, masih ada perilaku-perilaku seksual yangsulit dimasukkan dalam satu kategori tertentu karena banyak sekalikeragaman di dalamnya.
PENDIDIKAN SEKS BAGI REMAJA

Apakah arti seks?
Seks berarti jenis kelamin, yaitu suatu sifat atau ciri yang membedakan laki-laki dan
perempuan.
Apakah arti seksual?
Seksual berarti yang ada hubungannnya dengan seks atau yang muncul dari seks,
misalnya pelecehan seksual yaitu menunjuk kepada jenis kelamin yang dilecehkan.
Apakah arti perilaku seksual?
Perlaku seksual adalah segala bentuk perilaku yang muncul berkaitan dengan dorongan
seksual.
Apakah arti hubungan seksual?
Hubungan seks mempunyai arti hubungan kelamin sebagai salah satu bentuk kegiatan
penyaluran dorongan seksual
atas^
Bagaimana jika remaja diberi pendidikan seks?

Pada umumnya orang menganggap bahwa pendidikan seks hanya berisi tentang
pemberian informasi alat kelamin dan berbagai macam posisi dalam berhubungan
kelamin. Hal ini tentunya akan membuat para orangtua merasa khawatir. Untuk itu perlu
diluruskan kembali pengertian tentang pendidikan seks. pendidikan seks berusaha
menempatkan seks pada perspektif yang tepat dan mengubah anggapan negatif tentang
seks. Dengan pendidikan seks kita dapat memberitahu remaja bahwa seks adalah sesuatu
yang alamiah dan wajar terjadi pada semua orang, selain itu remaja juga dapat diberitahu
mengenai berbagai perilaku seksual berisiko sehingga mereka dapat menghindarinya.
atas^
Apakah dengan mendapatkan pendidikan seks remaja menjadi ingin mencoba?

Sebetulnya sampai saat ini tidak ada bukti bahwa pendidikan seks justru akan
menyebabkan remaja ingin mencoba. Berbagai studi justru menunjukan bahwa remaja
yang mendapatkan informasi yang benar tentang kehidupan seksualitas akan menjadi
lebih bertanggung jawab terhadap kehidupan mereka. Bagi remaja yang belum aktif
seksual, pendidikan seks justru akan menunda umur pertama kali melakukan hubungan
seks. Remaja yang sejak awal mengetahui bahwa melakukan hubungan seksual dengan
sembarang orang akan memiliki resiko yang tinggi terkena penyakit kelamin, cenderung
akan menghidari tingkah laku tersebut.
atas^
Apakah yang dimaksud orientasi seksual?

Orientasi seksual adalah dengan jenis kelamin dimana seseorang lebih tertarik secara
seksual. Secara ekstrem orientasi seksual dikategorikan menjadi dua yaitu heteroseks
(orang yang secara seksual tertarik dengan lawan jenis) dan homoseks (orang yang secara
seksual lebih tertarik dengan orang lain yang sejenis kelamin). Diantara kedua kutub
orientasi seksual tersebut, masih ada perilaku-perilaku seksual yang sulit dimasukkan
dalam satu kategori tertentu karena banyak sekali keragaman di dalamnya.
atas^
Apa yang dimaksud dengan homoseksualitas?

secara seksual dan aktivitas seskual pada jenis kelamin yang sama. Laki-laki yang tertarik
kepada laki-laki disebut “gay”., sedangkan perempuan yang tertarik pada perempuan
disebut “lesbian”.
atas^
Bagaimana terjadinya homoseksualitas?

Terjadinya homoseksualitas masih diperdebatkan. Ada yang mengatakan bahwa hal ini terjadi sejak lahir (dipengaruhi oleh gen) dan ada pula yang mengatakan didapatkan dari pengaruh lingkungan.
atas^
Bagaimana sebaiknya kita bersikap terhadap kaum homoseksual?

Homoseksual dikatakan normal apabila bisa diterima di suatu budaya tertentu dan
dikatakan tidak normal apabila tidak diterima di budaya yang lain, tetapi dalam bersikap
kita sebaiknya tetap menghargai manusia tanpa membedakan orientasi seksualnya.
VI. PMS DAN HIV/AIDS
Apa yang dimaksud dengan Penyakit Menular Seksual (PMS) ?

PMS adalah penyakit yang dapat ditularkan dari seseorang kepada orang lain melalui
hubungan seksual. Seseorang berisiko tinggi terkena PMS bila melakukan hubungan
seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal. Bila tidak
diobati dengan benar, penyakit ini dapat berakibat serius bagi kesehatan reproduksi,
seperti terjadinya kemandulan, kebutaan pada bayi yang baru lahir bahkan kematian.
Apa saja tanda dan gejala PMS?
Karena bentuk dan letak alat kelamin laki-laki berada di luar tubuh, gejala PMS lebih
mudah dikenali, dilihat dan dirasakan. Tanda-tanda PMS pada laki-laki antara lain:

berupa bintil-bintil berisi cairan,
lecet atau borok pada penis/alat kelamin,
luka tidak sakit;
keras dan berwarna merah pada alat kelamin,
adanya kutil atau tumbuh daging seperti jengger ayam,
rasa gatal yang hebat sepanjang alat kelamin,
rasa sakit yang hebat pada saat kencing,
kencing nanah atau darah yang berbau busuk,
bengkak panas dan nyeri pada pangkal paha yang kemudian berubah menjadi
borok.
Pada perempuan sebagian besar tanpa gejala sehingga sering kali tidak disadari. Jika ada
gejala, biasanya berupa antara lain:

rasa sakit atau nyeri pada saat kencing atau berhubungan seksual,
rasa nyeri pada perut bagian bawah,
pengeluaran lendir pada vagina/alat kelamin,
>keputihan berwarna putih susu, bergumpal dan disertai rasa gatal dan kemerahan
pada alat kelamin atau sekitarnya,

keputihan yang berbusa, kehijauan, berbau busuk, dan gatal,
timbul bercak-bercak darah setelah berhubungan seksual,
bintil-bintil berisi cairan,
lecet atau borok pada alat kelamin.
atas^
Bagaimana remaja bisa terhindar dari PMS?

Sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/genetics/2017162-dampak-sex-bebas-bagi-remaja/#ixzz1qUnWnrcy
Bahaya Seks Bebas dan Akibatnya
Home » Seks » Bahaya Seks Bebas dan Akibatnya
June 28th, 2010 Cat: Seks
1. Beberapa penyakit yang siap mendatangi seperti, herpes, HIV Aids, Raja singa, dan penyakit lainnya. Anda lihat beberapa penyakit yang tidak bisa disembuhkan bukan?.
2. Hamil di luar pernikahan akan menimbulkan permasalahan baru, apabila anda masih kuliah atau sekolah tentu saja orang tua anda akan sangat kesal kepada anda. Dan anda pun takut untuk jujur kepada orang tua anda dan pasangan anda, akhirnya anda memutuskan untuk melakukan dosa baru yaitu aborsi.
3. Apabila anda menikah di usia muda, permasalahan yang belum siap anda hadapi akan datang, seperti masalah keungan, masalah kebiasaan, masalah anak.
4. Nama baik keluarga akan tercoreng oleh sikap anda. Keluarga anda akan menghadapi masalah yang anda buat apabila anda mendapatkan efek buruk dari seks bebas ini.
5. Apabila anda hamil dan pasangan anda tidak mau bertanggung jawab, apa yang akan anda lakukan?. Akan banyak pikiran buruk yang akan mengganggu anda. Seperti ingin bunuh diri, berpikir tidak rasional yang mengakibatkan gangguan mental atau gila.


Perilaku seks yang di anggap melanggar norma bukanlah barang baru. Di beberapa kota metropolitan beberapa remaja sudah mulai “esek-esek”, walaupun kebanyakan secara sembunyi-sembunyi. Memang kegiatan seks yang dianggap lepas kontrol masih sering dirasakan sebagai ancaman. Karena itu seks bebas dijadikan bahan pembicaraan lagi oleh beberapa pakar.
Namun, selama ini, apa yang dimaksud dengan seks bebas itu jarang dibicarakan rinci. Apakah seks diluar nikah sama dengan seks bebas. Apakah segala bentuk penyelewengan seks menurut norma bisa dikatakan seks bebas?

Apakah bila seseorang melakukan hubungan seks satu kali belum menikah bisa disebut, melakukan seks bebas? Apakah perempuan yang berperut buncit di pesta pernikahannya hanya karena berhubungan seks dengan satu orang saja bisa dikatakan telah berseks bebas, dan disamakan dengan pria yang telah dari ranjang satu keranjang lainnya dengan beberapa wanita?
Selama ini, yang disebut seks terkontrol, berdasarkan agama dan peradaban, adalah seks dengan satu orang sesudah menikah. Seks di luar nikah sering dikaitkan dengan seks bebas dengan tindakan yang tak beradab, memang manusia punya kontrol, punya asa dan budaya.
Oleh karena itu manusia menganggap dirinya tidak berbudaya, birahi seks pun jadi sesuatu yang rasional, dilandaskan hukum dan kontrol. Tetapi walaupun binatang bisa kawin tanpa nikah, bentuk dan praktik mereka tidak lepas dari suatu kontrol. Kalau hukum dan kontrol dianggap sebagai buah kebudayaan dan menandakan masyarakat yang tidak primitif, binatang pun mempunyai satu hukum. Dan hukum rimba adalah satu hukum yang beradab. Karena bila hukum rimba tidak dipatuhi, rantai makanan akan morat-marit. Ekologi akan hancur.

Walau tidak mengenal nikah binatang juga mempunyai aturan kawin. Mereka tidak akan kawin sembarangan. Mereka melakukannya pada musim-musim tertentu dan juga punya aturan serta upacara yang cukup rumit dalam berhubungan seks. Sepasang merak, misalnya, harus mencari selama beberapa lama sebelum kawin.
Jadi, tidak saja birahi seks, tetapi kontrol dan hukum adalah bagian dari naluri juga. Karena itulah, seperti berlanjutnya kontrol dan hukum dalam hidup manusia, naluritas seks juga seharusnya diberi perhatian. Namun yang ditekankan dalam kehidupan manusia sekarang adalah kontrol dan hukum akan birahi seks. Seakan-akan kontrol dan hukum adalah irasional. Jadinya, kontrol dan hukum itu dapat menguasai dan melebihi birahi seks. Akibatnya adalah peraturan seks yang serba kaku dan melibatkan kutukan moral bagi para pelanggarnya.

Serba Kolot
Bahaya seks bebas memang bisa menakutkan. Dan bahaya seks bebas sering kali dibahas dan disebut-sebut. Tetapi, pengutukan akan segala, bentuk seks bebas dan pelarangan kolot akan seks juga menimbulkan resiko lain yang akan dibahas. Karena seks adalah kebutuhan naluri manusia, kontrol yang yang ketat akan seks malah akan menimbulkan pencuri. Seperti juga orang yang kurang makan akan mencuri dan orang yang kurang uang akan mencuri. Dari curi-mencuri ini, yang dirugikan terutama dari pihak wanita.

Perempuan bisa dideteksi keperawananya dengan mudah. Mereka mempunyai selaput dara. Karenanya bayak kisah lelaki yang mengeluh karen istrinya sudah tak berselaput dara pada malam pertama. Lalu lelaki? Mereka hanya bisa jadi pencuri yang baik. Lari tanpa jejak dan tanpa resiko. Dan bisa pura-pura jadi manusia yang ‘beradab’ lagi setelah mencuri.
Perempuan juga bisa hamil. Sebab itu, yang dijadikan contoh seks bebas oleh salah satu pakar adalah perut buncit waktu menikah. Yang dijadikan perhatian adalah si perempuan., Tetapi, bukankah dalam perut buncit ini si lelaki juga ikut menanam modal?
Akibatnya adalah tersedianya dua definisi yang kontras untuk perempuan: wanita suci dan perek. Wanita suci adalah perempuan yang tidak kawin sebelum menikah, dan setia sampai mati pada suami. Perempuan yang sudah “gituan” sebelum nikah tidak bisa disebut suci lagi, walaupun dia mungkin berbuat seperti itu cuma dengan satu orang seumur hidupnya. Karena definisi yang membedakan wanita hanya pada dua ekstrem, perempuan yang mau “begituan” sebelum menikah terkadang disamaratakan. Perek, Binal. Bisa diajak main.
Padahal, perempuan yang telah berhubungan seks diluar nikah dengan beberapa orang, bisa menjadi istri yang mencintai dan setia pada suaminya. Perempuan yang sudah berhubungan seks dengan beberapa pria bukan langsung bisa disebut perek. Bisa jadi, si perempuan berhubungan seks dengan pria-pria ini berdasarkan cinta. Dan perek atau pelacur pun bukan otomatis jadi perempuan bebas pakai.

Perempuan yang tidak perawan jadi mudah mengutuk dirinya sendiri. Perempuan korban perkosaan akan lebih menderita batin seumur hidupnya karena kehilangan “mahkota” meraka. Dan karena curi mencuri ini, aborsi gelap terjadi di mana-mana. Karena aborsi tidak dilegalkan, namun perempuan hamil sebelum menikah jarang mendapatkan dukungan moral.
Birahi seks adalah keindahan. Seperti keindahan menyanyi dan membaca puisi. Bagaimana pun juga manusia tidak dapat lepas dari naluri kebinatangannya. Karena itu, seorang perawan di Saman pun berkata bagaimana dia ingin menjadi unggas yang “kawin begitu mengenal birahi”. Mungkin bila birahi seks itu tidak lagi boleh didengar, Ayu Utami akan berhenti menulis.

Menurut saya situs- situs porno yang ada di internet itu dengan mudah menyebar cepat dan banyak di minati oleh pecinta sex .
adapun itu ,perkembangan itu tidak bisa di hentikan ,
walaupun secara akal sehat ,seemua itu dapat membuat para pemuda di dunia menjadi rusak ,dan banyak juga orang yang terjangkit firus HIV .
itu semuwa karna penyebaran situs porno yang menyebar luas di kalangan pecinta internet .
banyak para pelajar yang sudah pernah melakukan hal yang biasa di lakukan oleh orang dewasa yaitu ,berhubungan intim , atau yang sering di sebut ML oleh anak muda jaman sekarang .
mereka menganggap semuwa itu adalah hal yang sudah biasa ,bermula dari ciuman ,pelukan ,meraba dan akhirnya seperti itu .
sudah banyak perempuan di dunia ini yang sudah tidak perawan lagi, itu terjadi karena keingintahuan pemuda dengan membuka situs- situs porno .
mereka tidak mengetahui kalau semuwa itu dapat membahayakan semuwa dengan menyebarnya virus yang membahayakan mereka .
kurangnya pengetahuan tentang ilmu sex di sekolah juga dapat menyebabkan para plajar tidak tahu akan bahaya sex bebas.
dan banyak juaga pelajar yang mengakhiri hidupnya karena tidak mau menanggung malu dengan aib yang dia bawa akibat sex bebas .

Sangat disayangkan jika di usia remaja sudah terkena penyakit berbahaya.
BEKASI – Seks bebas di kalangan remaja khususnya di Kabupaten Bekasi memprihatinkan. Indikasinya, setiap tahun ada saja satu atau dua kasus kehamilan di luar nikah. Menurut Ketua Drupadi Foundation, Agustian, di sela-sela acara penyuluhan penanggulangan bahaya narkoba dan penyakit alat reproduksi bagi remaja, Sabtu (29) malam.

Dia menambahkan, meskipun belum ada angka pasti jumlah remaja yang melakukan seks bebas, setiap tahun di sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kecamatan Taruma-jaya, Kabupaten Bekasi, ditemukan kasus kehamilan remaja tanpa pernikahan.
Dilatarbelakangi atas keprihatinan itu, warga sekitar Villa Mutiara Gading Setia Asih Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi, mengadakan acara penyuluhan itu. “Kami mengharapkan remaja bisa paham sehingga dapat menjaga alat reproduksi dan bisa cegah seks bebas dan terhindar dari narkoba,” Agus menegaskan.
Koordinator Program Kesehatan Reproduksi Remaja dari Perkumpulan Perinatologi Indonesia (Perinasia), Agung Witjaksono, mengatakan hal yang sama. “Dalam praktik pribadi saya di Jakarta, per tiga bulan ada satu kehamilan remaja yang tidak diinginkan,” ujar Agung. Agung mengatakan, ada beberapa hal yang paling memba-hayakan akibat seks bebas, yakni bahaya penyakit kelamin, seperti HIV/AIDS dan penyakit sifilis. Penyakit sifilis hanya bisa diketahui melalui uji laboratorium, yaitu pemeriksaan serol-ogis terhadap darah atau tes Venereal Disease Research Laboratory (VDRL).
“Sifilis ada stadiumnya primer, sekunder, dan tersier, obatnya sudah ada, tetapi sulit dan mahal ratusan ribu bahkan sampai Rp 1 juta,” ujar Agung. Sangat disayangkan jika di usia remaja sudah terkena penyakit berbahaya akibat seks bebas. Agung menuturkan keprihatinannya karena masih banyak sekolah yang belum menganggap penjelasan soal pendidikan seks, terutama bahaya seks bebas adalah hal penting.
Padatnya kurikulum SMA, lanjut Agung, membuat guru tidak memiliki sedikit waktuuntuk menjelaskan bahaya seks bebas itu. “Tidak seperti 10 atau 15 tahun lalu, di sela-sela pelajaran guru SMA sempat memberi pemahaman pendidikan seks kepada siswanya,” kata Agung sesaat sebelum menyampaikan materinya.
Humas Drupadi Foundation, H Masud, mengatakan rasa penasaran dan ketidaktahuan remaja soal narkoba dapat membuat mereka menyalahgunakan-nya,. Selain itu, kehamilan akibat seks bebas akan cenderung mengarah kepada kegiatan aborsi. “Narkoba dan seks bebas telah membuat remaja mengarah pada tingkat kemaksiatan yang tinggi,” ujar Masud.
Dia menuturkan, hal itu membuat orang tua menjadi resah. Maka itu, kegiatan penyuluhan harus sering dilakukan untuk mendukung remaja secara moral dan dari segi tinjauan kesehatan. Pada acara yang dihadiri sekitar 200 remaja dari karang taruna dan sekolah se-Kecamatan Tarumajaya itu dikemas dengan pagelaran musik. Acara sederhana di lapangan bulu tangkis blok C Villa Mutiara Gading jtu hanya menggunakan panggung ukuran 3×3. Sedangkan para peserta yang hadir hanya duduk di atas tikar dengan diterangi beberapa obor.
Seorang warga, Siti Rahma (34), mengatakan, acara tersebut sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan orang tua dan remaja. “Walaupun acaranya sederhana, kami bisa tahu bahaya seks bebas dan narkoba agar anak kami tidak menjadi korban,” kata Siti. Remaja yang hadir terlihat bersemangat memperhatikan penjelasan yang diberikan para tutor dari Polsek Tarumajaya dan Perinasia.