Selasa, 08 November 2016

Contoh Proposal Kewirausahaan Budidaya Kelinci

Latar Belakang

Indonesia merupakan negara yang kaya akan potensi alam, baik itu tumbuhan ataupun hewan. Sebagian masyarakat Indonesia telah mengoptimalkan potensi alam yang ada baik itu untuk konsumsi secara pribadi ataupun untuk membuka usaha yang memanfaatkan kekayaan alam Indonesia baik itu tumbuhan ataupun hewan ternak ataupun peliharaan. Di Indonesia tumbuhan telah banyak dibudidayakan untuk menunjang kehidupan masyarakat baik itu tumbuhan sayur-sayuran, buah, ataupun sekedar tumbuhan hias. Bahkan beberapa daerah juga terkenal karena tumbuhannya seperti malang yang terkenal dengan apelnya, medan terkenal akan jeruknya, ataupun demak yang terkenal dengan jambunya, dan masih banyak lagi daerah yang terkenal akan kekayaan alamnya yang dibudidayakan. Untuk membudidayakan sebuah tumbuhan tentu tidaklah mudah diperlukan pembibitan kontur tanah yang cocok, serta penyiraman dan pemupukan yang sesuai  karena untuk menghasilkan suatu produk yang unggul diperlukan sebuah keseriusan dalam pengolahan. Selain tumbuhan Indonesia juga kaya akan spesies fauna (hewan) yang beragam, banyak spesies yang hidup di Indonesia baik air ataupun daratan. Tidak sedikit peternakan atau tempat budidaya yang ada disetiap daerah, tentu saja peternakan sapi, ayam, kambing, ikan lele, ataupun hewan yang menjadi makanan sehari-hari kebanyakan masyarakat masih menjadi sesuatu yang mendominasi. Karena kebutuhan masyarakat ataupun tingkat konsumsi masyarakat sangatlah tinggi untuk beberapa komoditas tersebut. Namun yang menjadi masalah adalah ketika komoditas tersebut seperti sapi yang sekarang ini terus saja naik harganya terlebih lagi peternakan yang ada dalam negeri tak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang mendorong kita harus mendatangkan sapi dari luar negeri seperti austaralia ataupun negara lainnya yang tentu lama-kelamaaan akan membuat Indonesia mengalami ketergantungan kepada negara-negara pengimport. Masyarakat Indonesia harusnya mampu mengoptimalkan potensi yang ada di dalam negeri ini, dengan melakukan budidaya. Namun tak semua mampu dalam modal untuk melakukan sebuah usaha terlebih untuk budidaya sapi diperlukan modal yang sangat besar. Di Indonesia sendiri alternatif pengganti sapi untuk konsumsi sendiri sangatlah banyak, salah satunya adalah kelinci. Kelinci sendiri merupakan salah satu hewan yang dapat dimanfaatkan dagingnya untuk konsumsi, dan untuk melakukan budidaya dan usaha ternak kelinci masihlah sangat besar peluangnya karena budidaya kelinci masih sangatlah jarang, terlebih lagi selain untuk dikonsumsi kelinnci bisa dijadikan hewan peliharaan. Sehingga peluang usaha untuk bidang ini sangatlah terbuka lebar, terlebih bila kita mampu memasarkannya dengan baik. Bukan tidak mungkin kita bisa sukses dengan usaha ini terlebih bila kita juga mampu membuka usaha rumah makan yang menyediakan olahan dari kelinci seperti sate kelinci. Di Indonesia sendiri terdapat banyak jenis kelinci, kelinci yang paling baik adalah jenis New Zealand White dan Californian. Kedua jenis kelinci ini memiliki bobot yang cukup berat, selain itu jenis kelinci lain yang biasa dipilih untuk produksi daging adalah kelinci flam dan kelinci lokal atau kelinci jawa.


Rumusan Masalah

·         Apa yang diperlukan dalam budidaya kelinci?
·         Bagaimana cara budidaya kelinci?
·         Apa keuntungan yang didapat dari budidaya kelinci?






















Pembahasan

·         Cara Budidaya Kelinci
Langkah awal yang harus dipersiapkan untuk memulai usaha ternak kelinci adalah menyiapkan kandang atau tempat budidaya. Jenis kandang bermacam-macam sesuai dengan fungsinya. Ada kandang tempat pembiakan dan kandang tempat pembesaran. Selain fungsinya, kandang ternak kelinci dibedakan berdasarkan tipenya.
·         Kandang terbuka
Kandang terbuka atau kandang tipe ranch ini berupa hamparan lahan yang sekelilingnya di beri pagar. Kelinci dibiarkan bebas berkeliaran dalam area tersebut. Dalam area pagar tersebut disediakan naungan atau rumah bagi kelinci untuk berteduh dan tempat istirahat.
Kandang ini sudah menjadi tipikal usaha ternak kelinci tradisional di Indonesia. Dengan sistem seperti ini, pemeliharaan relatif lebih mudah. Apalagi kalau hamparannya luas, kelinci dibiarkan mencari makan sendiri jadi kalau sekali-kali telat dalam memberi pakan tidak perlu khawatir. Kelemahan sistem ini memerlukan lahan yang luas. Hanya layak dilakukan di pedesaan dimana ketersediaan lahan cukup besar.
·         Kandang tertutup
Kandang tertutup merupakan kandang kelinci yang dibatasi lantai, dinding dan atap. Kandang ini cocok untuk usaha ternak kelinci pedaging. Pengelolaan bisa dilakukan secara intensif. Untuk usaha ternak kelinci dengan kandang tertutup, diperlukan setidaknya dua tipe kandang. Yaitu tipe postal dan tipe baterai. Kandang tipe postal adalah kandang untuk menempatkan menempatkan beberapa ekor kelinci sekaligus.Digunakan sebagai kandang perkembangbiakkan, yaitu untuk membesarkan anak-anak kelinci setelah disapih dari induknya. Sedangkan kandang tipe baterai adalah kandang yang didesain untuk satu ekor kelinci per kandang. Biasanya digunakan untuk pembesaran ternak kelinci potong. Ukuran kandang untuk kelinci 60x40x40, atau disesuaikan dengan ukuran bobot tubuh ras kelinci yang digunakan. Ukuran kandang jangan terlalu besar, agar kelinci tidak banyak bergerak. Sehingga energi kelinci tidak habis dipakai bergerak melainkan lebih banyak menjadi daging. Sekaligus juga jangan terlalu kecil karena akan membuat kelinci tidak nyaman dan stres. Letak kandang harus bisa terkena sinar matahari pagi. Namun aliran udara tetap lancar sehingga suhunya tetap sejuk. Ingat, kelinci lebih tahan terhadap kedinginan daripada kepanasan. Kelinci juga tidak menyukai lingkungan yang lembab. Dinding dan lantai kandang kelinci bisa terbuat dari kisi-kisi bambu, kayu atau kawat. Khusus untuk lantai, celah antara kisi jangan terlalu renggang agar kaki kelinci tidak terperosok. Bila dibuat dari kawat, hendaknya dibuat juga bagian lantai yang dialasi triplek atau papan untuk kelinci beristirahat. Karena lantai kawat akan membuat otot-otot kaki kelinci tegang. Dindinng dan lantai dari kawat paling mudah pemeliharaannya dan tidak lembab bila terkena air.

Memilih bibit atau calon indukan kelinci harus benar-benar diperhatikan. Karena bibit berperan besar menentukan tingkat keberhasilan ternak kelinci. Indukan kelinci menentukan produktivitas dan kualitas hasil budidaya.
Berikut ini beberapa kiat untuk memilih bibit ternak kelinci potong:
·                     Cari kelinci yang memiliki riwayat kesehatan yang baik. Keturunan dari kelinci-kelinci yang
                menghasilkan banyak anak dalam sekali kelahiran.
·                     Bobot tubuh indukan kelinci betina minimal 4-5 kg, jantan 3-5 kg.
·                     Memiliki pinggul yang bulat penuh.
·                     Punggung tidak cekung.
·                     Mata cerah, tidak terlihat lesu dan ngantuk.
·                     Bulu bersih, terutama di sekitar kelamin.

Ternak kelinci bukanlah tergolong dalam hewan ruminansia, sebab kelinci bukan hewan memamah biak, tapi kelinci juga merupakan hewan herbivore (pemakan tumbuhan) sehingga pakan sapi dapat dijadikan pakan kelinci namun pakan kelinci belum tentu disukai sapi. Kelinci termasuk hewan yang suka segala jenis tumbuhan, rumput, pagar, daun pepohonan, daun kacang-kacangan, sayuran, wortel bahkan bunga sekalipun disukai kelinci. Untuk itu pakan kelinci tidak terlalu sulit diperoleh, tapi sebaiknya jika kita ingin memelihara kelinci dengan kualita bagus maka pakan sebaiknya tetap diperhatikan kandungan gizinya.





Selain hijauan atau tumbuhan kelinci juga sebaiknya diberi konsentrat agar pertumbuhan dan perkembangan kelinci peliaraan atau kelinci ternak bisa maksima. Bahan pembentuk konsentrat yang
cocok untuk kelinci dalah:

·                     Dedak halus
·                     Bungkil kelapa
·                     Bungkil kedelai
·                     Tepung mineral

Adapun rumput/ tumbuhan yang cocok untuk pakan kelinci antaranya:

·         Sayuran: hampir semua sayuran baik debirikan kepada kelinci, seperti; kangkung, bayam, daun ubi, wortel dan lain-lain.
·         Daun kacang-kacangan atau leguminose, daun legume juga merupakan salah satu pakan kelinci yang terbaik, daun kacang-kacangan ini seperti; daun lamtoro, daun kacang panjang, kacang tanah, rumput polong-polongan dan lainnya.
·         Buah-buahan, buah-buahan dalam jumlah kecil dan sesekali dapat sangat baik diberikan untuk kelinci. Jadi kesimpulannya, untuk memelihara kelinci sebagai ternak sebaiknya dipenuhi syarat-syarat pakan, yang paling utama adalah rumput atau tumbuh-tumbuhan, untuk menghemat biaya konsentrat dapat diberikan 3 hari sekali. Jika anda memiliki modal yang cukup maka sebaiknya konsentrat untuk kelinci pliharaan atau ternak sebaiknya diberikan setiap hari.

Mengawinkan kelinci

Salah satu parameter untuk melihat produktivitas ternak kelinci adalah dengan melihat tingkat kelahiran. Kelinci bereproduksi dengan melahirkan anak. Kelinci memasuki tahap dewasa dan siap dikawinkan pada umur 6-12 bulan, tergantung pada jenis rasnya.
Secara alamiah, kelinci betina yang siap melahirkan anak akan menujukkan tanda-tanda berahi sebagai berikut:
§     Terlihat gelisah, perilakunya selalu mencari-cari pejantan.
§     Suka menggosok-gosokkan dagunya pada benda-benda di sekitarnya atau kelinci lain.
§     Vulva berwarna kemerahan dan basah.

Mengawinkan kelinci bisa dengan dua cara, yaitu secara berkelompok atau berpasangan. Perkawinan berkelompok dilakukan dengan cara memasukan sejumlah betina dan pejantan dalam satu area. Satu pejantan bisa mengawini 5-10 betina.
Sedangkan cara berpasangan dilakukan dengan memasukkan satu betina dan satu jantan dalam satu kandang. Selama masa perkawinan, amati apakah terjadi perkawinan atau tidak. Bila tidak, kemungkinan tidak cocok. Ganti pejantan dengan yang lain.

Berikut ini hal-hal umum yang perlu diketahui dalam mengawinkan kelinci:
§  Kelinci siap untuk dikawinkan setelah berumur 6-12 bulan, tergantung jenis ras.
§  Masa berahi kelinci berlangsung selama 11-15 hari.
§  Dari masa berahi satu ke masa berahi selanjutnya berlangsung selama 2 minggu.
§  Masa kehamilan berlangsung 28-35 hari, tergantung jenis ras.
§  Secara alami masa menyusui kelinci bisa berlangsung selama 8 minggu. Dalam usaha ternak kelinci
 masa menyusui eksklusif dilakukan selama 15-20 hari. Setelah itu anak kelinci diberi hijauan agar 
 belajar makan sambil tetap menyusui, jangan disapih. Anak kelinci bisa disapih setelah 8 minggu.
§  Kelinci betina bisa dibuahi lagi (subur kembali) setelah 2 minggu terhitung sejak melahirkan.
§  Dalam satu tahun, kelinci bisa mengalami hingga 5 kali kehamilan.
§  Jumlah anak dalam satu kali kelahiran 4-12 ekor, tergantung jenis ras.
§  Masa produktivitas biasanya berlangsung 1-3 tahun. Bila kurang atau lebih dari itu biasanya jumlah
       dan kualitas anakan menurun

Pemeliharaan kelinci tak serta merta hanya diberi makan saja ada hal-hal yang perlu di perhatikan, seperti:
1.       Sanitasi dan Tindakan Preventif
Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering agar tidak jadi sarang penyakit. Tempat yang lembab dan basah menyebabkan kelinci mudah pilek dan terserang penyakit kulit.
2.       Pengontrolan Penyakit
Kelinci yang terserang penyakit umumnya punya gejala lesu, nafsu makan turun, suhu badan naik dan mata sayu. Bila kelinci menunjukkan hal ini segera dikarantinakan dan benda pencemar juga segera disingkirkan untuk mencegah wabah penyakit.


3.       Perawatan Ternak
Penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu. Anak sapihan ditempatkan kandang tersendiri dengan isi 2-3 ekor/kandang dan disediakan pakan yang cukup dan berkualitas. Pemisahan berdasar kelamin perlu untuk mencegah dewasa yang terlalu dini. Pengebirian dapat dilakukan saat menjelang dewasa. Umumnya dilakukan pada kelinci jantan dengan membuang testisnya.
4.       Pemberian Pakan
Jenis pakan yang diberikan meliputi hijauan meliputi rumput lapangan, rumput gajah, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat meliputi jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. Untuk memenuhi pakan ini perlu pakan tambahn berupa konsentrat yang dapat dibeli di toko pakan ternak. Pakan dan minum diberikan dipagi hari sekitar pukul 10.00. Kelinci diberi pakan dedak yang dicampur sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput sedikit/secukupnya dan pukul 18.00 rumput diberikan dalam jumlah yang lebih banyak. Pemberian air minum perlu disediakan di kandang untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya.
5.       Pemeliharaan Kandang
Lantai/alas kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci setiap hari harus dibersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit. Sinar matahari pagi harus masuk ke kandang untuk membunuh bibit penyakit. Dinding kandang dicat dengan kapur/ter. Kandang bekas kelinci sakit dibersihkan dengan kreolin/lysol.












·                     Keuntungan Yang Di Dapat

Budidaya kelinci ini menawarkan banyak keuntungan karena selain hasil panen utama (Daging, dan bulu), sama seperti ternak kambing dan sapi hasil panen tambahan bisa didapat melalui penjualan kotoran yang dapat dimanfaatkan menjadi pupuk. Bila secara hitungan kasar keuntungan dari budidaya kelinci bila kita memulai dari awal adalah sebagai berikut:

Perkiraan analisis budidaya kelinci didasarkan pada jumlah ternak per 20 ekor induk:
  1. Biaya Produksi
    1. Kandang dan perlengkapan                                         =Rp. 1.000.000,-
    2. Bibit induk 20 ekor @ Rp. 30.000                                =Rp. 600.000,-
    3. Pejantan 3 ekor @ Rp. 20.000,                                    =Rp. 60.000,-
    4. Pakan
      • Sayur + rumput                                                                 =Rp. 1.000.000,-
      • Konsetrat (pakan tambahan)                      =Rp. 2.000.000,-
    5. Obat                                                                                      =Rp. 1.000.000,-
    6. Tenaga kerja 2 x 12 x Rp. 150.000,-                           =Rp. 3.600.000,-
      Jumlah biaya produksi                                                   =Rp. 9.260.000,-
  2. Pendapatan
    Kelahiran hidup/induk/tahun = 31 ekor
    Penjualan:
    1. Bibit: 20 x 15 x Rp. 20.000,-                                           =Rp. 6.000.000,-
    2. Kelinci potong 20 x 15 x Rp. 50.000,-                         =Rp. 15.000.000,-
    3. Feses/kotoran                                                                  =Rp. 60.000,-
    4. Bulu                                                                                       =Rp. 750.000,-
      Jumlah pendapatan =                                                    =Rp. 21.810.000,-
  3. Keuntungan                                                                                       =Rp. 12.550.000,-

Perkiraan diatas adalah penanganan secara maksimal baik itu perawatan, pemeliharan dan hasil jual maksimal. Namun hasil jual yang masksimal tergantung dari cara pemasaran kita.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar