Selasa, 08 November 2016

Makalah Sosiologi Prilaku Menyimpang

1.      Latar Belakang

Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), di mana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Didalam kehidupan sehari-hari banyak hal yang berkaitan dengan masyarakat, mulai dari intertaksi yang dilakukan, kontak sosial, komunikasi sosial, sosialisaasi, hingga norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat dan tak tertinggal pula prilaku menyimpang perorangan ataupun masyarakat. Karl marx menilai masyarakat sebagai struktur yang terdapat ketegangan sebagai akibat pertentangan antarkelas sosial sebagai akibat pembagian nilai-nilai ekonomi yang tidak merata di dalamnya.

Didalam kehidupan sosial dalam sebuah masyarakat pasti terdapat aturan-aturan pokok untuk mengatur perilaku anggota masyarakat yang terdapat dalam sebuah lingkungan sosial. Aturan yang berupa hal yang dilarang, diperbolehkan atau diperintahkan yang dimana hal itu biasanya dinilai sebagai hal yang baik, layak, patut, dan pantas bagi masyarakat ditempatnya yang berarti di dalam sebuah kelompok masyarakay memiliki kebiasaan yang berbeda dengan kelompok masyarakat yang lainnya. Sehingga hal yang dianggap benar ataupun salah dalam setiap kelompok berbeda dengan kelompok lainnya. Dan dalam sebuah masyarakat dimana yang anggotanya melakukan hal yang tidak sesuai nilai dan norma yang berlaku dianggap sebagai pelaku dari perilaku menyimpang.

Perilaku menyimpang sendiri dapat dikatakan sebagai perilaku dari para anggota masyarakat yang dianggap tidak sesuai dengan kebiasaan, tata aturan ataupun norma sosial yang berlaku. Menurut Bruce J. Cohen, ukuran yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukan baik atau buruk, benar atau salah menurut pengertian umum, melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai sosial suatu masyarakat. Adapun Robert M. Z. Lawang, membatasi perilaku menyimpang meliputi semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku tersebut.

Banyak bentuk dari penyimpangan sosial pada saat ini, termasuk penyimpangan seksual ataupun kekerasaan seksual dalam masyarakat yang mulai menjamur di indonesia yang mulai mencemari masyarakat indonesia mulai dari yang tua bahkan yang muda yang dirasa masih terlalu dini untuk mengenal hal yang berbau seksual.


2.      Rumusan masalah
·         Apa saja bentuk dari perilaku menyimpang?
·         Bagaimana penyimpangan seksual yang sering terjadi?
·         Bagaimana bentuk kekerasan terhadap perempuan (violence) yang bersinggungan dengan perilaku menyimpang seksual?



3.      Tujuan
·         Mengetahui apa saja bentuk dari prilaku menyimpang
·         Mengetahui bentuk dari penyimpangan seksual yang ada dan sering terjadi
·         Mengetahui bagaimana kekerasan dalam penyimpangan seksual








4.      Pembahasan

·         Bentuk-bentuk perilaku menyimpang
Penyimpangan sosial dapat dibedakan menjadi dua, yaitu dilihat berdasarkan kadar penyimpangannya dan dilihat berdasarkan pelaku penyimpangannya.

A. Berdasarkan Kadar Penyimpangan
1. Penyimpangan primer
Penyimpangan primer disebut juga penyimpangan ringan. Para pelaku penyimpangan ini umumnya tidak menyadari bahwa dirinya melakukan penyimpangan. Penyimpangan primer dilakukan tidak secara terus menerus (insidental saja) dan pada umumnya tidak begitu merugikan orang lain, misalnya mabuk saat pesta, mencoret-coret tembok tetangga, ataupun balapan liar di jalan. Penyimpangan jenis ini bersifat sementara (temporer), maka orang yang melakukan penyimpangan primer, masih dapat diterima oleh masyarakat.
2. Penyimpangan sekunder
Penyimpangan sekunder disebut juga penyimpangan berat. Umumnya perilaku peny impangan dilakukan oleh seseorang secara berulang-ulang dan terus menerus meskipun pelakunya sudah dikenai sanksi. Bentuk penyimpangan ini mengarah pada tindak kriminal, seperti pembunuhan, perampokan, dan pencurian. Penyimpangan jenis ini sangat merugikan orang lain, sehingga pelakunya dapat dikenai sanksi hukum atau pidana.

B. Berdasarkan Pelaku Penyimpangan
1. Penyimpangan individu (individual deviation)
Penyimpangan jenis ini dilakukan secara perorangan tanpa campur tangan orang lain. Contohnya seorang pejabat yang korupsi, oknum polisi yang melakukan pemerasan terhadap individu yang memiliki suatu kasus, suami atau istri yang selingkuh, dan anak yang durhaka terhadap orang tua. Dilihat dari kadarnya penyimpangan perilaku yang bersifat individual, menyebabkan pelakunya mendapat sebutan seperti pembandel, pembangkang, pelanggar, bahkan penjahat.


2. Penyimpangan kelompok (group deviation)
Penyimpangan jenis ini dilakukan oleh beberapa orang yang secara bersama-sama melakukan tindakan yang menyimpang. Contohnya pesta narkoba yang dilakukan kelompok satu geng, perkelahian massal yang dilakukan antarkelompok suku, ataupun pemberontakan. Penyimpangan kelompok biasanya sulit untuk dikendalikan, karena kelompok-kelompok tersebut umumnya mempunyai nilai-nilai serta kaidah-kaidah sendiri yang berlaku bagi semua anggota kelompoknya. Sikap fanatik yang dimiliki setiap anggota terhadap kelompoknya menyebabkan mereka merasa tidak melakukan perilaku yang menyimpang. Hal tersebut menyebabkan penyimpangan kelompok lebih berbahaya daripada penyimpangan individu.
3. Penyimpangan campuran (mixture of both deviation)
Penyimpangan campuran diawali dari penyimpangan individu. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, ia (pelaku penyimpangan) dapat memengaruhi orang lain, sehingga ikut melakukan tindakan menyimpang seperti halnya dirinya. Contoh penyimpangan campuran adalah sindikat narkoba, sindikat uang palsu, ataupun demonstrasi yang berkembang menjadi amuk massa.

·         Bentuk penyimpangan seksual
Penyimpangan seksual adalah aktivitas seksual yang ditempuh seseorang untuk mendapatkan kenikmatan seksual tidak sewajarnya. Bentuk-bentuk penyimpangan seksual adalah :
Homoseksual, yaitu perilaku yang tertarik pada sesame jenis. Pria yang melakukan tindakan ini disebut homoseks atau gay, sedangkan wanita disebut lesbian.
Transeksual, yaitu perilaku seseorang yang mengubah karakteristik seksualnya.
Sadomasokisme, yaitu seseorang yang melakukan seksual cenderung dengan kekerasan.
Ekshibisme, yaitu perilaku seksual yang memperoleh kepuasannya dengan memperlihatkan kelaminnya kepada orang lain sesuai kehendaknya.
Voyeurism, yaitu perilaku seksual yang memperoleh kepuasan seksual dengan cara mengintip atau melihat orang lain yang sedang telanjang, mandi.
Fetishisme, yaitu perilaku yang disalurkan melalui bermastrubasi dengan benda-benda yang dapat meningkatkan hasrat seksualnya.


·         Violance dan penyimpangan seksual
Perkosaan terhadap perempuan merupakan bentuk violence yang sering terjadi di indonesia. pemerkosaan terhadap perempuan tidak hanya dalam bentuk pemerkosaan seksual, tetapi juga sering terjadi pemerkosaan dalam bentuk pemaksaan perkawinan oleh orang tuanya, sebab hakikat pemerkosaan yaitu pemaksaan untuk melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan pemaksa sehingga pihak yang terpaksa merasa tidak rela untuk melakukan perbuatan tersebut. keterpaksaan itu terjadi akibat ketidakberdayaan untuk melakukan perlawanan atau bisa jadi ada perasaan takut menghadapi ancaman dan sebagainya.
Kasus violence yang sering sekali terjadi adalah tindakan pemukulan dan serangan fisik dalam rumah tangga (domestic violent). Termasuk dalam kekerasan ini adalah kekerasan terhadap anak didalam rumah tangga. Kasus violence yang terjadi di rumah tangga ini sejatinya disebabkan karena perempuan dianggap sebagai sesuatu milik suami sehingga suami berhak melakukan apapun sesuai denga keinginan suami.
Prostitusi dan pelacuran juga termasuk bentuk violence yang marak terjadi di indonesia. bentuk kekerasan ini, walaupun dilakukan oleh perempuan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga terutama orang tuanya akan tetapi, tidak disadari bahwa berbagai kasus prostitusi selalu berdampak kerugian dipihak perempuan, sedangkan yang memperoleh keuntungan dari tindak prostitusi dan ekspliotasi ini selalu dipihak mucikari. Violence yang paling umum dan sering terjadi dan dilakukan dalam masyarakat adalah berupa pelecehan seksual. Bentuk kekerasan ini yang sering terjadi adalah perhatian kaum laki-laki yang tidak dikehendaki oleh kaum perempuan. Sering kali pelecehan seksual terjadi dalam bentuk leluco-lelucon jorok secar vulgar yang dipaprkan di depan perempuan, menyakiti, mebuat malu dengan perkataan kotor, hingga kasus dalam bentuk janji ketika kaum perempuan menempati posisi pekerjaan tertentu dengan meminta imbalan pelayanan seks kepada mereka. Berbagai kasus calon artis yang dijanjikan akan diorbitkan namanya di public, kaum buruh migran perempuan yang akan dikirimkan ke luar negeri seringkali menjadi korban seksual.
Bahkan kini kekerasan seksual terhadap perempuan seperti menjadi tren di masyarakat dengan munculnya kasus-kasus permerkosaan dengan kekerasan di permukaan yang sering muncul beritanya sebagai headline sebuah berita,

5.      Kesimpulan

Kita perlu memahami tentang bagaimana dan apa itu penyimpangan sosial dengan mengerti terlebih dahula bagaimana norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat. Namun hal yang menarik terletak pada penyimpangan sesksual yang kerap terjadi dalam masyarakat baik itu yang hanya berdampak pada pelaku perilaku menyimpang ataupun berdampang pada orang lain. Ada baiknya untuk memenuhi keinginan dan hak kita, kita tak merenggut hak dari orang lain.







Daftar Pustaka dan Referensi

M Setiadi, Elly. Usman, Kolip. Pengantar Sosiologi. Jakarta : Kencana. 2011
Soekanto, Soerjono Prof. Dr. Lestarini, Ratih. Howard S. Becker: Sosiolggi Penyimpangan. Jakarta: Rajawali. 1988

https://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat di akses 16:00 Rabu 15 Juni 2016