Selasa, 22 November 2016

Makalah Budidaya Pisang

Pendahuluan


1.            Latar  belakang
Dewasa ini merupakan jaman di mana kita dituntut kreatif dalam membuka usaha atau lapangan pekerjaan guna meraih kesejahteraan hidup karena seiring bertambahnya jumlah penduduk maka jumlah pekerjaan yang dibutuhkan juga semakin banyak dan bila jumlah lapangan pekerjaan tidak sebanding dengan jumlah penduduk maka akan banyak yang menjadi pengangguran, bila kita tidak memiliki modal untuk membuka usaha kita bisa menjadi tenaga kerja, namun menjadi tenaga kerjapun tidak mudah kita perlu memiliki skil atau kemampuan sesuai bidang yang di butuhkan. Kita juga dituntut untuk mampu melihat potensi alam dimana kita tinggal untuk di manfaatkan, di kecamatan tumijajar contohnya mereka mampu mengembangkan potensi tanah yang subur dan cocok untuk di tanami pisang, sehingga mereka membudidayakan tanaman pisang  sebagai usaha mereka, merekapun membuat aneka olahan dari pisang. Selain itu juga strategi pemasaran menentukan kemajuan dari usaha tersebut karena persaingan yang menuntut kita untuk mampu bersaing dengan yang lain, atau bila kita tidak mampu bersaing bisa saja kita akan gulung tikar terlebih dahulu. Konsistensi dalam menjalankan usaha juga di perlukan untuk keberlangsungan usahanya.

2.            Rumusan Masalah
·                     Bagaimana cara budidaya pisang?
·                     Apa yang bisa di manfaatkan dari pisang?






Pembahasan

1.            Budidaya Pisang Kepok

Pisang boleh jadi merupakan jenis buah yang paling umum ditemui tak hanya di perkotaan tetapi sampai ke pelosok desa. Ada beragam jenis buah pisang salah satunya adalah pisang kepok. Jenis yang satu ini memiliki ciri-ciri bentuk buah yang cenderung pipih dan tidak bulat memanjang seperti varian pisang lainnya tanaman pisang termasuk dalam family Musaceae. Nama lain dari pisang kepok sendiri adalah Musa x paradisiaca
Berikut ini adalah cara budidaya pisang kapok di lampung

·                     Pemilihan Lokasi
·                     Penentuan Waktu Tanam
·                     Pembersihan ( Penyiapan Lahan )
·                     Penentuan Jarak Tanam dan Penganjiran
·                     Penyediaan Benih
·                     Pembuatan Lubang Tanam
·                     Penanaman
·                     Pengairan
·                     Penjarangan Anakan
·                     Sanitasi Lahan
·                     Pembrongosan
·                     Pemotongan Jantung Pisang
·                     Penyanggahan
·                     Pengaturan Jumlah Daun
·                     Penentuan Saat Panen.
·                     Panen
·                     Perlakuan Lepas Panen

2.            Manfaat Pisang

Berdasarkan cara konsumsi buahnya, pisang dikelompokkan dalam dua golongan, yaitu pisang meja (dessert banana) dan pisang olah (plantain, cooking banana). Pisang meja dikonsumsi dalam bentuk segar setelah buah matang, seperti pisang ambon, susu, raja, seribu, dan sunripe. Pisang olahan dikonsumsi setelah digoreng, direbus, dibakar, atau dikolak, seperti pisang kepok, siam, kapas, tanduk, dan uli.
Buah pisang diolah menjadi berbagai produk, seperti sale, kue, ataupun arak
Selain memberikan kontribusi gizi lebih tinggi daripada apel, pisang juga dapat menyediakan cadangan energi dengan cepat bila dibutuhkan. Termasuk ketika otak mengalami keletihan. Beragam jenis makanan ringan dari pisang yang relatif populer antara lain Kripik Pisang asal Lampung, Sale pisang(Bandung), Pisang Molen (Bogor), dan epe (Makassar).
Pisang mempunyai kandungan gizi sangat baik, antara lain menyediakan energi cukup tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lain. Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, besi, dan kalsium. Pisang juga mengandung vitamin, yaitu C, B kompleks, B6, dan serotonin yang aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak.
Nilai energi pisang sekitar 136 kalori untuk setiap 100 gram, yang secara keseluruhan berasal dari karbohidrat. Nilai energi pisang dua kali lipat lebih tinggi daripada apel. Apel dengan berat sama (100 gram) hanya mengandung 54 kalori.Karbohidrat pisang menyediakan energi sedikit lebih lambat dibandingkan dengan gula pasir dan sirup, tetapi lebih cepat dari nasi, biskuit, dan sejenis roti. Oleh sebab itu, banyak atlet saat jeda atau istirahat mengonsumsi pisang sebagai cadangan energi.
Kandungan energi pisang merupakan energi instan, yang mudah tersedia dalam waktu singkat, sehingga bermanfaat dalam menyediakan kebutuhan kalori sesaat. Karbohidrat pisang merupakan karbohidrat kompleks tingkat sedang dan tersedia secara bertahap, sehingga dapat menyediakan energi dalam waktu tidak terlalu cepat. Karbohidrat pisang merupakan cadangan energi yang sangat baik digunakan dan dapat secara cepat tersedia bagi tubuh.
Gula pisang merupakan gula buah, yaitu terdiri dari fruktosa yang mempunyai indek glikemik lebih rendah dibandingkan dengan glukosa, sehingga cukup baik sebagai penyimpan energi karena sedikit lebih lambat dimetabolisme. Sehabis bekerja keras atau berpikir, selalu timbul rasa kantuk. Keadaan ini merupakan tanda-tanda otak kekurangan energi, sehingga aktivitas secara biologis juga menurun.
Untuk melakukan aktivitasnya, otak memerlukan energi berupa glukosa. Glukosa darah sangat vital bagi otak untuk dapat berfungsi dengan baik, antara lain diekspresikan dalam kemampuan daya ingat. Glukosa tersebut terutama diperoleh dari sirkulasi darah otak karena glikogen sebagai cadangan glukosa sangat terbatas keberadaannya.
Glukosa darah terutama didapat dari asupan makanan sumber karbohidrat. Pisang adalah alternatif terbaik untuk menyediakan energi di saat-saat istirahat atau jeda, pada waktu otak sangat membutuhkan energi yang cepat tersedia untuk aktivitas biologis.
Namun, kandungan protein dan lemak pisang ternyata kurang bagus dan sangat rendah, yaitu hanya 2,3 persen dan 0,13 persen. Meski demikian, kandungan lemak dan protein pisang masih lebih tinggi dari apel, yang hanya 0,3 persen. Karena itu, tidak perlu takut kegemukan walau mengonsumsi pisang dalam jumlah banyak.
Pisang juga kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, kalsium, dan besi. Bila dibandingkan dengan jenis makanan nabati lain, mineral pisang, khususnya besi, hampir seluruhnya (100 persen) dapat diserap tubuh. Berdasarkan berat kering, kadar besi pisang mencapai 2 miligram per 100 gram dan seng 0,8 mg. Bandingkan dengan apel, yang hanya mengandung 0,2 mg besi dan 0,1 mg seng untuk berat 100 gram. Kandungan vitaminnya sangat tinggi, terutama provitamin A, yaitu betakaroten, sebesar 45 mg per 100 gram berat kering, sedangkan pada apel hanya 15 mg. Pisang juga mengandung vitamin B, yaitu tiamin, riboflavin, niasin, dan vitamin B6 (piridoxin).
Penutup

1.            Kesimpulan dan saran

Telah kita pelajari bagaimana cara budidaya dari pisang serta manfaatnya, tentu kita harus bisa mengambil sebuah keuntungan dan menjadikan hal tersebut modal berusaha seperti apa yang di lakukan beberapa masyarakat di daerah lampung, tentu tidak hanya di lampung pisang bisa hidup karena ada pepatah yang mengatakan, bahwa kayu di negri kitapun bisa tumbuh jadi maka mari kita berdayakan sumber daya alam yang ada tanpa merusak alam tentu dengan melestarikan dan melakukan budidaya. Mungkin di lampung identik dan khas dengan kripik pisang yang sangat akrab di telinga kita, tentu di setiap daerahpun mampu untuk bersaing dengan kripik lampung atau juga bisa membuka peluang usaha dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar kita, karena sungguh negeri ini bagaikan surge, bila bukan kita yang memanfaatkan dan melestarikannya, lalu siapa lagi. Dari pada selalu iri dengan kesuksesan orang, mari masyarakat bergerat untuk sukses seperti orang lain.



Daftar Pustaka

Sumarjono,Hendro,dan Rismunandar, Pengantar Pengetahuan Dasar Holtikultura (Bandung : Sinar Baru,1979)

Rismunandar. 1990. Bertanam Pisang. Sinar Baru. Bandung